04 April 2025

Get In Touch

Tim Pemenangan Risma-Gus Hans Ungkap Kejanggalan Pilgub Jatim 2024

Ketua Tim Pemenangan Risma-Hans Jatim, KH Imam Bukhori bersama Tim Analisis Risma-Gus Hans, Don Rosano.
Ketua Tim Pemenangan Risma-Hans Jatim, KH Imam Bukhori bersama Tim Analisis Risma-Gus Hans, Don Rosano.

SURABAYA (Lenteratoday) – Tim Pemenangan Pasangan Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 3, Tri Rismaharini dan KH Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans) mengungkapkan adanya dugaan anomali dalam pelaksanaan Pilgub Jatim 2024, mereka mendapati sejumlah kejanggalan dari hasil perhitungan cepat yang dirilis Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Ketua Tim Pemenangan, KH Imam Bukhori Cholil (Ra Imam) menyebutkan bahwa pihaknya menemukan tiga hal yang mencurigakan dari data rekapitulasi KPU. Salah satunya adalah tingkat partisipasi pemilih yang sangat tinggi, bahkan mencapai 100 persen di beberapa tempat.

“Sebanyak 2.800 TPS mencatatkan tingkat kehadiran di atas 90 persen hingga 100 persen. Hal ini terjadi di sembilan desa di Kabupaten Sampang, wilayah pegunungan yang sulit dijangkau. Anehnya, tingkat partisipasi di sini justru lebih tinggi dibandingkan wilayah perkotaan,” ungkap Ra Imam, Senin(2/12/2024).

Ra Imam menjelaskan fenomena ini tidak wajar, mengingat banyak warga di kawasan tersebut adalah perantau yang seharusnya tidak semuanya hadir untuk memilih.

"Meskipun kami berharap partisipasi tinggi, angka 100 persen ini tetap menjadi pertanyaan besar,” jelasnya.

Kejanggalan lain yang disoroti adalah perolehan suara Paslon nomor 3 di sejumlah TPS yang hanya mencapai nol hingga 30 suara. Menurutnya, kondisi ini sangat janggal karena setidaknya saksi atau pengurus partai di tingkat lokal pasti memberikan suara.

“Kalau Paslon nomor 3 mendapat nol suara, siapa yang memilih? Bahkan saksi atau Ketua Ranting partai di daerah tersebut seharusnya memberikan suara,” tuturnya.

Selain itu, ditemukan pula perbedaan signifikan antara jumlah pemilih dalam Pilgub dan Pilbup/Walikota. Ra Imam menyoroti bahwa tingkat partisipasi dalam Pilgub lebih tinggi dibandingkan Pilbup, dengan selisih mencapai puluhan ribu suara di beberapa TPS.

“Di basis kami, suara untuk Pilgub justru lebih kecil dibandingkan Pilbup. Selisih ini mencapai sekitar 20 ribu suara. Fenomena seperti ini perlu ditelusuri lebih lanjut,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu anggota tim analisis Risma-Gus Hans, Don Rosano menambahkan bahwa data sementara menunjukkan dampak besar dari anomali ini terhadap perolehan suara pasangan mereka. Ia menyebutkan bahwa sekitar 640 ribu suara berasal dari TPS dengan tingkat partisipasi 90-100 persen, sementara 770 ribu suara tercatat dari TPS yang memberikan nol hingga 30 suara untuk Paslon nomor 3.

Meski begitu, tim Risma-Gus Hans masih mempertimbangkan apakah akan membawa kasus ini ke Mahkamah Konstitusi (MK). Menurut Don, keputusan tersebut dipengaruhi oleh pesan Gus Hans yang meminta agar tetap menghormati setiap pemilih.

“Gus Hans berpesan agar kami menghormati setiap individu yang memberikan suara untuk kami. Namun, partai pengusung tetap mendorong langkah ke MK. Keputusan akhir masih dalam pertimbangan,” pungkas Don.

Reporter: Pradhita/Editor: Ais

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.