05 April 2025

Get In Touch

Kisah Reynaldi, Bangun Wisata Bukit Kayoe Putih Mojokerto untuk Tekan Kriminalitas

Reynaldi Aryaputra, owner Bukit Kayoe Putih Mojokerto (Amanah/Lenteratoday)
Reynaldi Aryaputra, owner Bukit Kayoe Putih Mojokerto (Amanah/Lenteratoday)

SURABAYA (Lenteratoday)- Reynaldi Aryaputra merupakan salah satu alumni program studi Hotel and Tourism Business (HTB) Universitas Ciputra (UC) Surabaya yang terbilang sukses dalam mengembangkan bisnis wisata.

Laki-laki 22 tahun ini berhasil membangun wisata edukasi Bukit Kayoe Putih yang berlokasi di Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Ia bercerita, awal mula membangun wisata tersebut sejak semester enam dengan tujuan menekan angka kriminalitas di daerah tersebut.

"Jadi lokasinya itukan di perbukitan yang dikelola Perhutani di daerah Dawar Blandong, Mojokerto, itu dulu terkenal daerah rawan kriminalitas begal. Kriminalitasnya sangat tinggi," tuturnya, Selasa (3/12/2024).

Guna menekan angka kriminalitas di sana, laki-laki kelahiran Mojokerto, 17 April 2002 ini memutuskan mengembangkan wisata edukasi dan membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar.

"Alhamdulillah (kriminalitas turun) sangat signifikan dan memiliki dampak yang baik untuk masyarakat sekitar. Sekarang total staff kami ada 137, dan 80 persen itu masyarakat sekitar," ungkapnya.

Menurutnya, dahulu sebelum dibangun tempat wisata tersebut, tingkat kriminalitas di sana itu tinggi disinyalir berasal dari sangat minimnya penerangan di daerah perbukitan tersebut.

"Sekarang, kita dapat support dari Pemkab Mojokerto dan sudah dipasang lampu-lampu PJU itu. Nah jadi lebih aman," tambahnya.

Rey menuturkan, jika ujung tombak wisata tersebut merupakan distilasi minyak dari pohon kayu putih. Sehingga, wisatawan yang berkunjung kebanyakan siswa SD, SMP, SMA hingga mahasiswa. Tak hanya itu, ia juga menambahkan fasilitas kolom renang.

"Setahu saya, di Indonesia timur yang ada distilasi mulai dari pembibitan sampai jadi minyak kayu putih, adanya hanya di Bukit Kayu Putih," terangnya.

Terkait tantangan yang ia temui saat membangun tenpat wisata yakni tidak adanya air, lahan yang gersang dan tak ada listrik. Seiring berjalannya waktu, Rey mendapatkan banyak support untuk terus mengembangkan wisata tersebut.

"Awalnya keluarga meragukan saya karena faktor tersebut. Tapi saya punya tekad, dan dibantu dari pihak UC juga terutama dosen-dosen dari Hotel and Tourism Business. Jadi buat teman-teman jangan patah semangat kalau punya keinginan," tukasnya.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.