04 April 2025

Get In Touch

Jawab Tantangan Ketidakpastian Global, ISEI Gelar Simposium Riset Ekonomi

Kegiatan Simposium Riset Ekonomi (SIMREK) VIII yang berlangsung di Universitas Ciputra Surabaya.
Kegiatan Simposium Riset Ekonomi (SIMREK) VIII yang berlangsung di Universitas Ciputra Surabaya.

SURABAYA (Lenteratoday)- Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) cabang Surabaya Koordinator Jawa Timur menggelar kegiatan Simposium Riset Ekonomi (SIMREK) VIII dengan tema“Sustainable Progress Amid Global Uncertainty: Indonesia’s Strategic Pathway in the Context of SDGs and BANI”. Kegiatan ini berkolaborasi dengan Universitas Ciputra (UC) Surabaya dan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS).

Direktur Utama PT Prima Multi Terminal sekaligus Ketua Focus Group Discussion (FGD) Ekonomi Maritim ISEI Cabang Surabaya Koordinator Jawa Timur Dr. Eko Hariyadi Budiyanto Ak, MM., M. Sc, menyampaikan materi tentang Strategi dan Inovasi Sektor Maritim untuk Mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) pada Kondisi BANI. 

Menurutnya, potensi ekonomi kemaritiman Indonesia mencakup 11 sektor dengan nilai sekitar USD 1.33 triliun dan kesempatan kerja bagi 45 juta orang (perikanan tangkap, aquaculture, industri pengolahan ikan, wisata, jasa lingkungan; dan sektor2 biru baru). 

"Selain itu pergerseran ekonomi hijau ke ekonomi biru atau Blue Economy sebagai pardigma baru pembangunan indonesia yang berkelanjutan, dengan menyeimbangkan antara pembangunan ekonomi dan ekologi," tuturnya, Sabtu (30/11/2024).

Ia menjelaskan, jika Ekonomi Biru adalah pemanfaatan Sumber daya Laut secara berkelanjutan untuk peningkatan ekonomi, perbaikan kehidupan Masyarakat, serta Kesehatan ekosistem laut.

"Hal ini sangat penting bagi pemanfaatan sumberdaya maritim dan kelautan yang berkelanjutan," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama Deputi Direktur, Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Firman Hidayat, menjelaskan tentang peran Bank Indonesia, dan mandat Bank Indonesia serta dukungan Bank Indonesia terhadap keuangan hijau dan pengembangan kalkulator hijau.

Sebagai bank sentral, Bank Indonesia memiliki tugas utama untuk mengatur kebijakan moneter, mengeluarkan dan mengontrol peredaran uang, serta menjaga stabilitas sistem keuangan. 

"Bank Indonesia juga mengawasi dan mengatur perbankan di Indonesia untuk memastikan kelancaran dan keamanan sistem perbankan nasional. Dalam menjalankan tugasnya, BI tidak hanya fokus pada stabilitas moneter, tetapi juga pada inklusi keuangan dan keberlanjutan lingkungan," tukasnya.

Diektahui, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan  sumbangan pemikiran berupa wawasan yang mendalam dan praktis tentang langkah strategis  Indonesia agar dapat menghadapi tantangan ketidakpastian global untuk mencapai kemajuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) dan tantangan BANI (Brittle, Anxious, Non-Linear,  Incomprehensible). 

Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memberikan ruang kepada para praktisi, dosen dan mahasiswa dalam menuangkan gagasan pemikirannya, sehingga memberikan kontribusi pada strategi kebijakan Indonesia untuk merespon kondisi ekonomi global yang sangat dinamis.

Reporter: Amanah/ Editor: Widyawati

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.