Direktorat Humas Unesa Gelar Lokakarya Penulisan untuk Perkuat Skill Menulis Guru Labschool

SURABAYA (Lenteratoday) — Direktorat Humas dan Informasi Publik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengadakan kegiatan lokakarya penulisan artikel untuk guru Labschool Unesa di Auditorium lantai 9, Gedung Rektorat, Kampus 2 Lidah Wetan.
Direktur Humas dan Informasi Publik Unesa, Vinda Maya Setianingrum mengatakan, pelatihan tersebut bertujuan untuk memperkuat skill menulis guru-guru Labschool, sehingga karya tulis mereka tidak hanya dibaca lingkungan internal sekolah, tetapi juga bisa nangkring di media massa.
“Tidak hanya itu, menulis menjadi salah satu skill yang harus dimiliki guru, karena bisa memperkuat kompetensi dan sebagai bagian penting dari literasi dan pekerjaan mendidik itu sendiri,” ucap Vinda, Rabu (20/11/2024).
Dosen ilmu komunikasi sekaligus ketua pelaksana itu menambahkan, pelatihan ini penting bagi guru, karena memberikan kesempatan untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada masyarakat luas.
Melalui tulisan, guru dapat menyampaikan ide-ide, metode pembelajaran, atau refleksi terhadap isu-isu pendidikan seperti cara mengatasi kekerasan, dan bullying misalnya.
Menurutnya, dengan menulis, guru dapat menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik, sehingga masyarakat lebih memahami tantangan dan solusi dalam dunia pendidikan. "Menulis juga memperkuat citra profesional-lembaga dan membuka peluang pengembangan karier," tuturnya.
Ia mengungkapkan, tulisan yang diterbitkan di media menunjukkan dedikasi dan kompetensi seorang guru, sekaligus membangun jejak digital positif yang dapat memperkuat reputasi di dunia pendidikan.
“Proses menulis juga membantu guru merefleksikan praktik pembelajaran, meningkatkan kreativitas, dan mengasah kemampuan komunikasi. Dengan demikian, guru tidak hanya mencerdaskan generasi muda di kelas, tetapi juga memberikan kontribusi di masyarakat,” ungkapnya.
Diketahui, pelatihan ini dikemas dalam dua tahap. Pertama, tahap penyampaian materi seputar strategi mencari dan membangun ide menulis kreatif dan menulis populer ala jurnalistik. Kedua, tahap praktek penulisan dan pendampingan.
"Dengan pelatihan ini diharapkan ada peningkatan skill para guru dalam hal penulisan, dan dapat terus diadakan ke depannya," tukasnya. (*)
Reporter: Amanah | Editor : Lutfiyu Handi