
SURABAYA (Lenteratoday) – Komisi A DPRD Jawa Timur mengambil langkah cepat untuk menyelidiki insiden demo yang berakhir ricuh di kantor Bawaslu Jember. Tim yang dipimpin oleh Eko Yunianto, anggota DPRD Jatim dari daerah pemilihan (Dapil) setempat, langsung diterjunkan untuk mendalami masalah tersebut.
Ketua Komisi A DPRD Jatim, Dedi Irwansyah, menegaskan pentingnya menjaga iklim demokrasi yang bersih dan adil di Jawa Timur, apalagi menjelang Pilkada serentak 2024.
"Saya sudah meminta anggota kami untuk terjun ke lapangan, memastikan penyebab kerusuhan, dan mengantisipasi agar hal ini tidak mengganggu jalannya pilkada,” ungkap Dedi, Kamis (14/11/2024).
Politisi Partai Demokrat tersebut juga mengungkapkan bahwa pihaknya berkoordinasi dengan Polda Jawa Timur untuk memastikan situasi tetap kondusif. Ia menekankan pentingnya menjaga perdamaian, meskipun ada perbedaan pilihan politik.
"Berbeda pilihan itu boleh saja, tapi harus tetap menjaga demokrasi dan jangan membuat kerusuhan,” terangnya.
Lebih lanjut, Komisi A juga berencana untuk memanggil penyelenggara pemilu, seperti KPU dan Bawaslu Jawa Timur, guna melakukan evaluasi atas pelaksanaan pilkada, termasuk terkait insiden demo yang terjadi di Bawaslu Jember.
Diketahui, terjadi demo yang melibatkan sekitar 600 massa dari Aliansi Masyarakat Peduli Pemilu Jurdil (AMP2J) ini berawal dari dugaan kecurangan dalam penyelenggaraan pemilu. Massa menuntut pemecatan komisioner Bawaslu dan KPU Jember setelah temuan terkait dugaan kampanye untuk pasangan calon nomor urut 01, Hendy Siswanto-Gus Firjaun, mulai dari tingkat PPS hingga KPU.
Demonstrasi semakin memanas setelah beredarnya rekaman viral yang menampilkan oknum panwascam dari Kecamatan Sumberbaru, Jovita, yang diduga menginstruksikan penyelenggara pemilu untuk melakukan kecurangan dengan memberi minuman berisi CTM kepada saksi dari pasangan calon lawan, agar mereka tertidur dan lengah. (*)
Reporter: Pradhita | Editor : Lutfiyu Handi