
JAKARTA (Lenteratoday)- Pramono Anung hadir saat detik-detik akhir pendaftaran calon Kepala Daerah DKI Jakarta usai Mahkamah Konstitusi (MK) mengubah aambang batas pencalonan kepala daerah melalui putusan Nomor 60/PUU-XXII /2023.
Meski demikian, Mas Pram--begitu sapannya--optimistis bisa merealisasikan berbagai program yang telah dirancang dengan Calon Wakil Gubernur, Rano Karno
Ketika Mas Pram resmi mendapatkan tugas dari PDIP sebagai calon Gubernur DKI, Mas Pram langsung turun dan berusaha mengetahui secara detail permasalahan apa yang dihadapi oleh warga Jakarta
“Permasalahan Jakarta bukan di Panglima Sudirman, Thamrin, Gatot Subroto, tetapi di kampung-kampung, rumah-rumah warga”, ujar Pramono saat berkampanye di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (14/11/2024).
Tapi Mas Pram menitik beratkan pada perbedaan kaya miskin yang ada di Jakarta sudah luar biasa. “Tidak pernah saya bayangkan selama ini. Saat di Tanah Tinggi, saya diajak ke rumah salah satu warga dihuni 12 orang, rumahnya kecil, hanya ada dua tempat tidur dan 2 tempat duduk. Saya menanyakan, bagaimana tidurnya? Mereka menjawab, tidur harus shift, pagi, siang dan malam,” katanya.
Tidak hanya itu, kondisi gaji honorer yang masih dibawah Rp 2 juta juga menjadi perhatiannya, ”Mereka harusnya menerima gaji sebesar Rp 5 juta,”tambah Mas Pram.

Hal-hal inilah Ini yang membuat Pramono bersemangat agar pasangan Pramono-Rano memenangkan pertarungan ini
Selain memperhatikan realitas dengan turun ke lebih dari 250 titik saat kampanye. Mas Pram juga tidak ragu menyampaikan programnya akan kesinambungan dengan pemerintahan Prabowo. “Saya nanti akan memberikan makan pagi kepada anak-anak sekolah, pagi sarapan dari Pemprov, makan siang dari Pak Prabowo (pemerintah pusat),”ujarnya
Program yang berkesinambungan antara Pemerintah Provinsi dan pemerintah pusat berpeluang besar dilakukan karena Mas Pram menjadi politikus yang dekat dengan siapapun termasuk lawan politik.
Tidak hanya pada Presiden Prabowo, salah satu materi kampanye utamanya adalah meneruskan program-program baik dari gubernur-gubernur DKI sebelumnya. Maka tidak salah jika banyak komunitas pendukung dari Gubernur-gubernur sebelumnya ikut mendukung Mas Pram.
“Saya tidak punya beban dengan siapapun, jika terpilih saya benar-benar ingin menyelesaikan masalah yang ada dimasyarakat,”tutup Mas Pram
Dengan gaya komunikasi yang melihat realitas dan menekankan kesinambungan, dari berbagai hasil survey, pasangan Pramono Anung-Rano Karno telah melampaui pasangan calon lain.
Diketahui, Mas Pram, meskipun pernah menduduki beberapa jabatan strategis seperti Wakil Ketua DPR RI, Sekjen PDI Perjuangan hingga Sekretaris Kabinet bukanlah sosok yang populer dimata publik.
Lulusan sarjana pertambangan diITB dan menyelesaikan doktornya di bidang Ilmu Komunikasi menjadikan Mas Pram terkenal menjadi orang yang tidak punya 'musuh' politik. Seringkali dia menjadi jembatan berbagai tokoh-tokoh nasional hingga antara ketua partai.
Salah satu bukti lancarnya komunikasi Mas Pram yaitu ketika seluruh partai ikut membantu putranya, Hanindhito Himawan Pramana mendapat dukungan seluruh partai pada tahun 2019 di Pilbup Kediri. Pada tahun 2024, Mas Dhito--begitu sapaannya-- juga maju kembali dan mendapatkan dukungan dari banyak partai.
Reporter: Tarmuji Talmacsi / CO-Editor: Nei-Dya