04 April 2025

Get In Touch

Optimalkan Penerimaan DBHCHT 2024, RSUD Lawang Tingkatkan Kualitas Fasilitas Kesehatan untuk Masyarakat

Direktur RSUD Lawang, dr. Nur Rochmah, MMRS (kiri) saat menunjukan fasilitas alat Bank Darah yang dibeli menggunakan anggaran DBHCHT 2024, Rabu (13/11/2024). (Iskandar/Lenteratoday)
Direktur RSUD Lawang, dr. Nur Rochmah, MMRS (kiri) saat menunjukan fasilitas alat Bank Darah yang dibeli menggunakan anggaran DBHCHT 2024, Rabu (13/11/2024). (Iskandar/Lenteratoday)

MALANG (Lenteratoday) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lawang, Kabupaten Malang terus berkomitmen, untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan dengan memanfaatkan alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2024 yang berjumlah lebih dari Rp 6,2 miliar.

Direktur RSUD Lawang, dr. Nur Rochmah, MMRS mengatakan anggaran yang diterima dari DBHCHT melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2024 tersebut, telah digunakan untuk pembelian 197 unit alat kesehatan, termasuk alat laboratorium dan peralatan medis lainnya.

"Kami belanjakan untuk pengadaan alat kesehatan yang mencakup berbagai jenis peralatan medis, termasuk alat hematologi, peralatan untuk operasi laser retina, serta sarana penunjang lainnya," ujar Rochmah, Rabu(13/11/2024).

Rochmah menambahkan pemenuhan standar Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), menjadi fokus utama dalam penggunaan DBHCHT ini. Menurutnya, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes), setiap rumah sakit diwajibkan untuk menerapkan KRIS paling lambat pada Juni 2025.

Oleh karena itu, sambungnya RSUD Lawang tengah melakukan peningkatan fasilitas rawat inap dengan memperbarui ruang perawatan dan menambah peralatan medis, yang lebih memadai untuk menunjang kualitas layanan kesehatan.

"Selain itu, kami juga belanja untuk pemenuhan alat laboratorium medis, seperti alat hematologi, serta peralatan untuk Sentra Sterilisasi dan pelayanan bank darah di rumah sakit kami," jelas Rochmah.

Alat Hematologi di RSUD Lawang. (Iskandar/Lenteratoday)

Tak hanya itu, RSUD Lawang juga merencanakan pengembangan fasilitas ICU tingkat lanjut. Dengan adanya pengembangan ini, dirinya berharap RSUD Lawang akan dapat menangani pasien yang memerlukan perawatan intensif secara mandiri tanpa perlu merujuk pasien ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang.

"Kami akan mengembangkan layanan ICU untuk menangani pasien yang memerlukan perawatan intensif, termasuk alat-alat di laboratorium yang juga akan kami prioritaskan," ungkap Rochmah.

RSUD Lawang, yang saat ini berstatus Rumah Sakit Umum kelas C, juga memiliki ambisi untuk meningkatkan statusnya menjadi kelas B atau lebih tinggi. Rochmah menyampaikan, hal ini dapat diwujdukan seiring dengan penambahan fasilitas dan kapasitas tempat tidur yang lebih memadai.

"Saat ini, standar kelas itu salah satunya adalah jumlah tempat tidur. Kalau tempat tidur kami lebih banyak, fasilitas layanan kesehatan kami lebih lengkap, bisa kami naik kelas. Tetapi, karena ada penerapan KRIS, kami membutuhkan perluasan lahan jika ingin menambah jumlah tempat tidur," terangnya.

Pemaparan pemanfaatan DBHCHT 2024 oleh Direktur RSUD Lawang, dr. Nur Rochmah, MMRS, Rabu (13/11/2024). (Iskandar/Lenteratoday)

Terpisah, Kepala Bidang Komunikasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Malang, Iwan Heri menambahkan alokasi DBHCHT untuk bidang kesehatan mencapai 40 persen dari total anggaran yang diterima oleh Pemkab Malang. Menurutnya, selain RSUD Lawang, Dinas Kesehatan Kabupaten Malang dan RSUD Kanjuruhan juga mendapat manfaat dari DBHCHT 2024. (Kominfo Kabupaten Malang/ADV).

Reporter: Santi Wahyu, Iskandar

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.