
SURABAYA (Lenteratoday) - Merawat kulit kombinasi tentu tidak semudah merawat satu jenis kulit saja. Setiap orang memiliki tipe kulit wajah yang berbeda karena dipengaruhi oleh hormon dan kondisi lingkungan yang beragam. Nah, mengetahui tipe kulit sendiri itu penting, agar kamu tak salah pilih skincare maupun makeup.
Menurut American Academy of Dermatology (AAD), secara umum ada lima tipe kulit wajah yang dimiliki oleh laki-laki maupun perempuan. Di antaranya adalah kulit normal, kering, berminyak, sensitif, dan kombinasi.
Setiap tipe kulit tentu memiliki ciri tersendiri yang membuatnya mudah dikenali. Namun, biasanya kulit kombinasi lebih sulit untuk diidentifikasi orang awam.
Itu karena tipe kulit kombinasi merupakan perpaduan antara kulit kering dan berminyak. Agar tidak keliru, yuk simak ciri-ciri kulit kombinasi di bawah ini, Ladies.
Ciri-Ciri Kulit Kombinasi
Menurut laman Shani Garden Skin Care, ada beberapa ciri-ciri utama kulit kombinasi yang perlu dipahami oleh setiap orang. Apa saja?
- T-Zone Berminyak
Cara paling umum untuk mengidentifikasi kulit kombinasi adalah dengan mengecek T-Zone atau area T di wajahmu. T-zone meliputi area dahi, hidung, hingga dagu.
Jika area T-mu cenderung berminyak, sedangkan area pipi menunjukkan ciri-ciri kulit kering, maka kemungkinan besar wajahmu memiliki kulit kombinasi.
Biasanya, kulit berminyak ditandai dengan area yang terlihat mengilap dan pori-pori yang lebih besar. Sedangkan kulit kering umumnya ditandai dengan tekstur yang kasar, bersisik, dan kemerahan.
- Breakout saat Menstruasi
Saat menstruasi, kulit kombinasi umumnya mengalami breakout atau tumbuh jerawat di area tertentu. Dikutip dari Very Well Health, ini dikarenakan produksi minyak atau sebum yang berlebihan, sehingga menyumbat pori-pori di wajah.
Setelah masa menstruasi selesai, jerawat akan hilang dengan sendirinya. Namun terkadang muncul masalah baru, yakni kulit terasa lebih kering, bersisik, dan kusam.
- Kulit Terasa Berminyak Sekaligus Kering Setelah Mencuci Wajah
Ini merupakan uji sederhana untuk mengenali tipe kulit kombinasi. Kamu hanya perlu mencuci wajah dengan facial wash seperti biasa. Namun, usahakan membasuhnya menggunakan air hangat agar kulit tidak iritasi.
Setelah wajah bersih, biarkan kulit mengering tanpa menggunakan produk pelembap atau skincare apa pun. Jika kulitmu terasa kencang dan mengelupas di area pipi, dan berminyak di area T, berarti kamu memiliki kulit kombinasi.
Kandungan Skincare yang Direkomendasikan untuk Kulit Kombinasi
Skincare adalah perawatan harian yang dibutuhkan setiap tipe kulit. Khusus untuk kulit kombinasi, ada beberapa kandungan skincare yang direkomendasikan. Berikut beberapa di antaranya menurut Healthline.
• Hyaluronic acid, biasanya ditemukan pada moisturizer atau serum. Bahan aktif ini sangat ideal untuk kulit kombinasi, karena mampu menghidrasi kulit tanpa meninggalkan kesan berminyak.
• Salicylic acid, biasanya terkandung dalam serum atau toner. Kandungan ini dapat mengatur produksi minyak berlebih dan membantu menjaga pori-pori tetap bersih.
• Lactic acid, sering diformulasikan dalam serum dan toner, berfungsi sebagai eksfoliator ringan untuk mengangkat sel kulit mati dan membersihkan pori-pori dengan lembut.
Cara merawat kulit kombinasi tetap sehat dan segar
Perawatan terbaik untuk kulit kombinasi mungkin berbeda-beda pada tiap orang. Akan tetapi, berikut tips umum yang dapat Anda terapkan.
- Membedakan perawatan sesuai jenis kulit
Cara terbaik untuk merawat kulit kombinasi adalah dengan menggunakan obat jerawat berbentuk krim untuk area berjerawat.
Sementara itu, gunakan pelembap yang tanpa kandungan minyak untuk kulit kering. Gunakan satu produk untuk mengatasi satu masalah kulit tersendiri.
Kini pun sudah banyak produk kecantikan yang dirancang khusus untuk mengurangi kadar minyak di daerah T-zone sekaligus melembapkan pipi yang cenderung kering.
Untuk hasil yang optimal, sebaiknya gunakan jenis pelembap sesuai area yang bermasalah pada kulit Anda.
Apakah kulit kombinasi perlu moisturizer?
Kulit kombinasi tetap membutuhkan pelembap (moisturizer). Namun, pilihlah yang teksturnya ringan dan nonkomedogenik (tidak menyumbat pori-pori) agar tidak membuat area yang berminyak menjadi lebih berminyak.
- Memilih pembersih wajah yang tepat
Pilihlah pembersih wajah berbahan dasar air, baik berbentuk gel maupun krim untuk kulit kombinasi. Pembersih kulit berbahan air sifatnya lebih lembut dan aman untuk jenis kulit ini.
Jenis pembersih ini juga efektif menghilangkan kotoran yang menumpuk pada wajah tanpa membuat kulit terasa berminyak atau kering sesudahnya.
Selain itu, pastikan Anda mencuci muka dengan benar supaya masalah kulit tidak bertambah parah.
Bersihkan wajah Anda setidaknya dua kali sehari, terutama bila produksi minyak pada bagian kulit yang berminyak tampak sangat tinggi.
- Menggunakan air hangat
Saat Anda mencuci muka, sebaiknya gunakan air hangat untuk membilas sisa sabun. Pasalnya, suhu air yang hangat bisa meluruhkan kandungan minyak berlebih di wajah secara perlahan.
Selain itu, uap panas yang dihasilkan juga membantu membersihkan kotoran yang menyumbat pori-pori kulit. Selesai mencuci muka, keringkan dengan menepuk-nepuk wajah menggunakan handuk bersih, bukan menggosoknya.
Anda dapat menjaga kelembapan kulit dengan menggunakan hydrating serum yang cocok untuk semua jenis kulit.
Hydrating serum bisa membantu mengurangi produksi minyak berlebih sehingga menyamarkan masalah kulit kombinasi Anda.
- Menggunakan toner
Kulit berminyak dan kulit kering memiliki nilai pH yang berbeda. Nilai pH menunjukkan tingkat keasaman kulit.
Kulit yang sehat memiliki nilai pH sekitar 5,5. Nilai pH yang lebih atau kurang dari itu dapat menyebabkan berbagai masalah kulit.
Salah satu produk yang membantu menyeimbangkan pH kulit adalah toner. Toner juga menjaga kesehatan dan kelembapan kulit, terutama dari jenis kombinasi.
Gunakan toner setelah mencuci muka, tapi pilihlah toner bebas alkohol agar kulit tidak kering.
- Melakukan eksfoliasi
Kulit kombinasi membuat pipi terlihat lebih kering dan bersisik, tapi di sisi lain juga menyebabkan area wajah lainnya cenderung berjerawat.
Oleh karena itu, sebaiknya lakukan eksfoliasi wajah yang bermanfaat untuk membersihkan pori-pori yang tersumbat sekaligus menjaga kulit tetap halus.
Saat melakukan eksfoliasi, hindari menggunakan scrub kasar yang mengandung bahan kimia. Butiran scrub kasar dan bahan kimia bisa mengiritasi kulit sekaligus meningkatkan produksi minyak di daerah T-zone.
Sebagai gantinya, gunakan eksfoliator mengandung asam hidroksi yang lebih cocok untuk kulit kombinasi. Lakukan eksfoliasi sebanyak 2 – 4 kali seminggu untuk mengurangi kadar sebum dan kotoran di kulit wajah Anda.
- Menggunakan tabir surya untuk perlindungan ganda
Sunscreen atau tabir surya tidak hanya menjaga kulit dari paparan sinar matahari, tapi juga bisa melembapkan kulit kombinasi.
Gunakan sunscreen mengandung asam beta hidroksi dan bersifat nonkomedogenik yang tidak akan menyumbat pori-pori Anda.
Apabila sunscreen jenis ini membuat kulit terasa berminyak, beralihlah ke sunscreen berbahan dasar mineral atau sunscreen dalam bentuk bedak bubuk yang lebih aman.
Gunakan secara rutin, bahkan ketika Anda hanya berada di dalam rumah.
Co-Editor: Nei-Dya