05 April 2025

Get In Touch

Cara Mencegah Penyempitan Pembuluh Darah

ilustrasi
ilustrasi

JAKARTA (Lenteratoday) - Aterosklerosis atau penyempitan pembulu darah adalah kondisi di mana terdapat plak yang menyumbat arteri. Plak tersebut dapat berasal dari lemak, kalsium, kolesterol, maupun zat-zat lain yang ada dalam darah.

Penyempitan pembuluh darah merupakan kondisi yang bisa memicu berbagai gangguan kesehatan serius. Penyakit kardiovaskuler misalnya, yang merupakan penyakit tidak menular penyebab kematian terbesar di hampir seluruh dunia. Nah, agar bisa terhindari dari penyakit ini dan berbagai masalah kesehatan serius lainnya, kita perlu mencegah terjadinya penyempitan pembuluh darah.

Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah penyempitan pembuluh darah:

1. Jangan Merokok

Rokok merupakan salah satu penyebab utama dari penyempitan pembuluh darah dan berbagai penyakit kardiovaskuler. Jadi, jika kamu seorang perokok, sebaiknya mulailah berusaha untuk berhenti merokok. Sebab merokok dapat meningkatkan tekanan darah dan merusak pembuluh darah.

2. Rutin Berolahraga

Olahraga yang dilakukan secara rutin dapat meningkatkan kesehatan jantung, menurunkan kolesterol dan tekanan darah. Tidak perlu melakukan olahraga yang intensitasnya tinggi, kok. Lakukan saja olahraga ringan selama 30 menit setiap harinya, seperti berjalan kaki, joging, bersepeda, ataupun berenang.

3. Batasi Asupan Makanan Berlemak

Tips selanjutnya untuk mencegah penyempitan pembuluh darah adalah membatasi asupan makanan berlemak. Batasi atau kalau bisa hindari makanan yang dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah, seperti daging berlemak, daging olahan, mentega, dan makanan-makanan lain yang tinggi garam, lemak, dan gula.

4. Perbanyak Konsumsi Makanan Berserat

Makanan tinggi serat dapat membantu menurunkan kolesterol serta tekanan darah. Kamu bisa mendapatkan asupan serat dari sayuran, buah-buahan, gandum, dan kacang-kacangan. Alpukat, apel, pir, dan pisang termasuk kelompok buah-buahan yang tinggi serat.

Sementara itu, brokoli, wortel, dan bayam termasuk dalam sayuran yang tinggi kandungan seratnya. Gandum utuh, kacang merah, kacang kedelai, dan beras merah juga termasuk bahan pangan kaya serat. Susu rendah lemak atau bebas lemak juga baik untuk kesehatan.

5. Kelola Stres

Siapapun pasti pernah mengalami stres. Meski wajar, stres tidak bisa dianggap sepele, lho. Sebab, saat kita sedang berada di bawah tekanan, tubuh memproduksi hormon adrenalin yang akan membuat jantung bekerja lebih keras. Akibatnya, tekanan darah pun meningkat.

Itulah sebabnya stres kronis yang tidak dikelola dengan baik dapat berujung pada serangan jantung. Jadi, kamu harus bisa mengelola stres dan emosi dengan baik. Jika merasa sudah stres berlebihan, carilah cara untuk menurunkan tingkat stres itu. Bisa dengan mencari tempat curhat, ataupun ritual-ritual relaksasi seperti meditasi, yoga, dan teknik pernapasan dalam.

6. Rutin Cek Tekanan Darah

Siapa bilang mencegah penyempitan pembuluh darah dan berbagai komplikasinya hanya cukup dengan menerapkan pola hidup sehat? Lebih aware dan deteksi dini merupakan salah satu bentuk langkah pencegahan yang sangat perlu dilakukan. Tentunya untuk mempercepat penanganan medis dan mencegah komplikasi fatal yang mungkin terjadi.

Salah satu cara deteksi dini yang bisa dilakukan adalah rutin mengecek tekanan darah setiap harinya. Umumnya, tekanan darah bisa dibilang normal ketika menunjukkan angka di bawah 120/80 mmHg. Saat angka sistolik (angka atas) berada di antara 120-139, atau jika angka diastolik (angka bawah) berkisar di 80-89, ini artinya kamu memiliki prehipertensi.

Meskipun angka ini belum bisa dianggap hipertensi, tetap saja ini di atas angka normal. Semakin tinggi nilai tensi darah, semakin kamu berisiko hipertensi di kemudian hari. Hipertensi itu sendiri membuat kamu berisiko terkena serangan jantung dan stroke.

7. Perhatikan Gejala yang Mungkin Timbul

Ini juga merupakan salah satu bentuk deteksi dini yang bisa dilakukan. Tidak hanya untuk orang-orang yang berisiko terkena penyakit jantung, mewaspadai setiap perubahan dalam tubuh pada dasarnya wajib dilakukan oleh setiap orang untuk berjaga-jaga.

Salah satu cara mudah untuk melakukannya adalah dengan menuliskan perubahan yang timbul setiap kali kamu merasakannya. Misalnya kesulitan menarik napas, sesak saat berbaring atau saat beraktivitas, timbul bengkak pada kaki dan tangan, dan gejala lainnya. Beritahu dokter jika kamu merasakan gejala tersebut.

Penyebab Aterosklerosis

Penyebab penyakit aterosklerosis belum diketahui secara pasti. Namun, banyak ilmuwan meyakini bahwa kondisi ini dipicu oleh kerusakan pada lapisan paling dalam arteri (endotelium). Selain itu, beberapa hal yang mungkin menjadi penyebab aterosklerosis adalah:

  1. Penuaan
  2. Kolesterol tinggi dan penumpukan lemak
  3. Peradangan tanpa sebab atau karena masalah kesehatan, seperti lupus, radang sendi, atau infeksi.
  4. Kebiasaan merokok
  5. Diabetes
  6. Resistensi insulin
  7. Obesitas

Gejala Aterosklerosis

Gejala aterosklerosis muncul secara bertahap. Kondisi ini bahkan sering kali tidak menimbulkan gejala apabila masih dalam kategori ringan. Penderita biasanya akan mulai merasakan gejala ketika arteri mulai menyempit.

Namun, berikut beberapa gejala aterosklerosis yang dapat dialami oleh penderita berdasarkan lokasi arteri yang terdampak:

  1. Jika terjadi pada arteri jantung, gejala yang dirasakan seperti dada terasa nyeri atau muncul tekanan di dada (angina).
  2. Jika terjadi pada arteri menuju otak, gejala yang dirasakan seperti mati rasa pada lengan atau kaki, pandangan menghilang, kesulitan berbicara, hingga otot wajah mengendur.
  3. Jika terjadi pada arteri lengan atau kaki, gejala yang dirasakan yaitu kaki terasa nyeri saat berjalan dan tekanan darah rendah pada lengan atau kaki yang terkait.
  4. Jika terjadi pada arteri menuju ginjal, gejala yang dirasakan mulai dari tekanan darah tinggi hingga gagal ginjal.

Co-Editor: Nei-Dya

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.