NasDem Jatim Usulkan Pengelolaan Anggaran Berbasis Teknologi Digital dan Berbasis Data pada APBD 2025

SURABAYA (Lenteratoday) — Fraksi Partai NasDem DPRD Jawa Timur mengusulkan pengelolaan anggaran berbasis teknologi digital dan berbasis data, serta menegaskan pentingnya pengelolaan anggaran yang transparan dan akuntabel dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Tahun 2025.
"Pengelolaan APBD 2025 harus menomorsatukan transparansi dan akuntabilitas, masyarakat dan pemangku kepentingan perlu turut melakukan pengawasan. Sementara Pemprov, juga harus bijak dalam menentukan proyeksi belanja yang tepat," ujar Juru Bicara Fraksi NasDem DPRD Jatim, Ahmad Iwan Zunaih, Senin(04/11/2024).
Pria yang akrab disapa Gus Iwa itu menuturkan bahwa Fraksi NasDem juga meminta Pemprov Jawa Timur agar lebih adaptif, dalam menghadapi tantangan global maupun lokal. Menurutnya kesejahteraan masyarakat harus menjadi fokus utama, sehingga kebijakan fiskal perlu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan merata.
Dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), Fraksi NasDem menggarisbawahi dukungan bagi sektor pertanian.
"Kita butuh SDM milenial yang siap berkontribusi pada transformasi ekonomi inklusif, kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat penting untuk mewujudkan hal ini," jelasnya.
Sementara itu, Fraksi NasDem juga mengapresiasi program makan gratis bagi siswa yang diinisiasi Pemprov. Namun, Gus Iwan mengingatkan perlunya perencanaan yang matang terkait teknis pelaksanaan dan pengalokasian anggaran program ini.
"Perlu ada penguatan di sektor pendidikan, agar anak-anak kita terus dapat mengenyam pendidikan,” terangnya.
Lebih lanjut, di sektor ekonomi, NasDem mendorong kebijakan fiskal yang adil, khususnya untuk mendukung usaha kecil dan menengah (UKM) serta sektor informal. Perhatian khusus diberikan kepada petani garam di Madura, yang kini menghadapi tantangan besar akibat Peraturan Menteri Pertanian dan Perpres terkait pergaraman nasional.
"Kita perlu kebijakan khusus bagi petani garam, baik dalam bentuk infrastruktur peningkatan produksi maupun pemberdayaan mereka," ucapnya.
Ia juga menyoroti kondisi petani tembakau yang mengalami kesulitan, karena fluktuasi harga dan akses terhadap pupuk. Menurut Gus Iwan, kondisi ini mengharuskan Pemprov memberikan dukungan lebih kuat agar sektor pertanian tetap berkembang.
Dalam pengelolaan anggaran, Fraksi NasDem mengusulkan agar Pemprov mengadopsi pendekatan berbasis teknologi digital dan analisis data untuk meningkatkan efisiensi.
"Pengelolaan anggaran yang modern dan berbasis data akan memberikan manfaat lebih bagi masyarakat," ujarnya.
"Kami siap memberikan masukan konstruktif agar setiap kebijakan selalu membawa manfaat nyata bagi masyarakat Jawa Timur," pungkas Gus Iwan.
Reporter: Pradhita/Editor: Ais