05 April 2025

Get In Touch

Korban Tewas Banjir Bandang Spanyol Tembus 214 Orang

Petugas berjalan di antara tumpukan mobil usai banjir di Sedavi, Valencia, Spanyol pada Kamis (31/10/2024) -Reuters
Petugas berjalan di antara tumpukan mobil usai banjir di Sedavi, Valencia, Spanyol pada Kamis (31/10/2024) -Reuters

SURABAYA (Lenteratoday) -Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pada hari Sabtu, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengatakan jumlah orang yang tewas akibat banjir di Spanyol telah meningkat menjadi 214.

Dilansir dari theindependent, dia mengatakan pemerintah akan "memobilisasi semua sumber daya yang diperlukan selama dibutuhkan", dengan lebih banyak jenazah diyakini berada di tengah kehancuran.

Gambar satelit sebelum dan sesudah telah muncul yang menunjukkan skala kehancuran di Valencia. Daerah daratan yang luas terlihat tertutup rawa berwarna cokelat dengan air berlumpur setelah hujan deras pada hari Selasa.

Para pejabat mengatakan jumlah korban tewas kemungkinan akan terus meningkat, dengan sebagian besar korban tewas sejauh ini berada di Valencia, wilayah timur yang menanggung beban kehancuran.

Penambahan personel itu untuk mendukung "operasi terbesar Angkatan Bersenjata di Spanyol di masa damai", kata Perdana Menteri Pedro Sanchez dilansir dari Theindependent.

Bersama dengan 5.000 polisi tambahan dan 2.500 tentara yang sudah berada di lapangan, pasukan tersebut akan memimpin upaya pencarian dan pembersihan saat Spanyol terguncang oleh bencana banjir terburuk dalam sejarah modern.

Pantai Mediterania Spanyol terbiasa dengan badai musim gugur yang dapat menyebabkan banjir, tetapi episode ini merupakan peristiwa banjir bandang paling dahsyat dalam ingatan baru-baru ini.

Orang-orang tua di Paiporta, lokasi awal tragedi tersebut, mengklaim bahwa banjir hari Selasa tiga kali lebih buruk daripada banjir tahun 1957, yang menyebabkan sedikitnya 81 kematian dan merupakan yang terburuk dalam sejarah wilayah timur yang banyak dikunjungi wisatawan.

Episode tersebut menyebabkan pengalihan aliran air Turia, yang berarti sebagian besar kota terhindar dari banjir ini.

Valencia mengalami dua banjir besar lainnya pada tahun 1980-an, satu pada tahun 1982, dengan sekitar 30 kematian, dan satu lagi lima tahun kemudian, yang memecahkan rekor curah hujan.

KBRI Madrid sebut tak ada WNI yang jadi korban

Kedutaan Besar RI (KBRI) Madrid menyampaikan bahwa sejauh ini tidak ada WNI yang menjadi korban dalam bencana banjir yang melanda Valencia, Spanyol.

Menurut keterangan tertulis Pelayanan dan Perlindungan WNI (PWNI) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI di Jakarta, Sabtu, KBRI Madrid telah berkoordinasai dengan otoritas setempat dan berkomunikasi dengan komunitas Indonesia di Valencia.

Berdasarkan data lapor diri KBRI Madrid, terdapat sekitar 200 WNI menetap di Valencia.

Pihak KBRI juga telah menyampaikan imbauan kepada masyarakat Indonesia agar waspada dan menghindari daerah terdampak atas kemungkinan bencana susulan.

Jika dalam keadaan darurat, WNI dapat menghubungi hotline KBRI Madrid di nomor +34 619 31 23 80 (*)

Sumber: Antara~Kompas|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.