07 April 2025

Get In Touch

HSN 2024, 1000 Banser Ansor Jombang Kirab Merah Putih Raksasa Sejauh 15 Km

Seribu Banser Ansor Jombang long march kirab merah putih sejauh 15 kilometer.(Sutono/Lenteratoday)
Seribu Banser Ansor Jombang long march kirab merah putih sejauh 15 kilometer.(Sutono/Lenteratoday)

JOMBANG (Lenteratoday) - Sekitar seribu kader Barisan Ansor Sebaguna (Banser) Jombang melakukan long march dan kirab merah putih sejauh 15 kilometer, Minggu (27/10/2024).

Long march mengambil start dari Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Mubarok Sumobito hingga kawasan makam KH Abdul Wahab, di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas Jombang 

Long march dan kirab bendera merah putih sepanjang 300 meter tersebut dalam rangkaian napak tilas jejak santri memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2024. 

Ribuan kader Banser berangkat dari Ponpes Al-Mubarok sekitar pukul 08.00 WIB dan tiba kawasan Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas Jombang sekitar pukul 12.00 WIB.

Mereka kemudian menggelar Apel Akbar HSN 2024 di halaman makam pendiri dan penggerak NU KH Abdul Wahab Hasbullah. 

Pada kesempatan itu juga dilaksanakan pembaretan peserta Diklatsar Angkatan XXIII - XXXIII serta penyerahan sertifikat Diklatsar.

Tak hanya itu, juga ada pemberian door prize berupa ibadah umrah gratis dari ketua GP Ansor Jombang Taufiqi Fakkarudin Assilahi atau Gus Fiqi, dan Ketua Muslimat NU Jombang Mundjidh Wahab.

Selain dihadiri ketua GP Ansor Jombang Gus Fiqi dan jajaran pengurusnya, juga hadir Kepala Satkornas Banser Muhammad Syafiq Syauqi (Gus Syafiq), Ketua PC Fatayat NU Jombang Lailatun Nikmah serta Ketua PC Muslimat NU Jombang Mundjidah Wahab.

Kepala Satkornas Banser Muhammad Syafiq Syauqi, menegaskan jiwa nasionalisme dan patriotisme harus ditumbuhkan sepanjang Republik ini berdiri. 

Sebab, tanpa jiwa patriotisme dan nasionalisme yang kuat, republik akan rawan terhadap gangguan.

"Terima kasih kepada sahabat Ansor Banser yang sudah menumbuhkan rasa nasionalisme dan patriotisme dalam memperingati hari santri ini," kata Gus Syafiq.

Menurutnya, hari santri dikenang untuk mengingatkan sejarah perjuangan bangsa.  Santri punya andil besar dan punya peran dalam mengusir penjajah dengan pengorbanan dan perjuangannya dengan jiwa nasionalismenya.

"Meskipun bukan perang untuk agama tapi perang kemerdekaan Republik Indonesia menjadi fardu ain (wajib) seperti yang disampaikan Hadratussekh KH Hasyim Asy'ari dan kemudian dilaksanakan oleh KH Wahab Hasbullah dengan beberapa laskar dari kelompok santri," ujarnya.

Dikatakan, santri ketika itu berperan penuh, utama di sekitar Surabaya sebelum ada tentara nasional Indonesia. 

"Tanpa ada perjuangan santri tidak ada peristiwa 10 November, dan tanpa ada peristiwa 10 November tidak ada kemerdekaan yang mutlak untuk republik Indonesia," pungkasnya.

Reporter: Sutono / Co-Editor: Nei-Dya

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.