
SURABAYA (Lenteratoday) -Ribuan orang turun ke jalan di Belgia dan Australia menyerukan diakhirinya konflik dan gencatan senjata segera di Gaza dan Lebanon.
Hampir 32 ribu orang turun ke jalan di ibu kota Belgia pada Minggu (20/10/2024) untuk menuntut gencatan senjata segera di Gaza dan Lebanon, menurut kepolisian setempat.
Pada aksi pawai akbar di Brussels itu, para demonstran menyerukan kepada pemerintah Belgia untuk mendorong embargo militer internasional secara penuh terhadap Israel.
Acara itu diselenggarakan oleh koalisi organisasi masyarakat sipil, menurut laporan Kantor Berita Belgia.
Ludo De Brabander dari Vrede, salah satu penyelenggara, mengatakan kepada VRT bahwa meskipun perhatian tertuju kepada Uni Eropa, Belgia masih dapat mengambil tanggung jawab atau memimpin dalam suatu isu tertentu.
"Belgia masih belum mengakui Palestina sebagai sebuah negara, seperti yang telah dilakukan Spanyol dan Irlandia," tambahnya.
Israel terus melancarkan serangan brutal terhadap Gaza menyusul serangan lintas batas oleh kelompok Hamas Palestina pada Oktober lalu, meski resolusi Dewan Keamanan PBB menyerukan gencatan senjata segera.
Lebih dari 42 ribu orang, yang sebagian besar perempuan dan anak-anak, sejak saat itu telah tewas, dan hampir 99.800 lainnya luka-luka, menurut otoritas kesehatan setempat.
Israel juga meningkatkan serangan udara besar-besaran ke Lebanon sejak akhir bukan lalu untuk melawan apa yang mereka sebut sebagai sasaran Hizbullah, dengan membunuh lebih dari 1.500 orang dan menyebabkan lebih dari 1,34 juta lainnya mengungsi.
Perang lintas batas antara kedua belah pihak terus berlanjut sejak pecahnya perang Israel-Hamas.
Di Australia
Ribuan orang berunjuk rasa di Australia pada Minggu untuk menyerukan diakhirinya konflik dan gencatan senjata segera di Gaza dan Lebanon.

Protes baru dengan salah satu jumlah peserta terbanyak dalam beberapa bulan terakhir itu berlangsung menyusul satu pekan serangan militer di Lebanon oleh Israel yang menewaskan pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah pada Jumat, Australian Broadcasting Corporation melaporkan.
Unjuk rasa itu diselenggarakan sebagai bagian dari "Hari Aksi Nasional untuk Gaza" oleh kelompok pro-Palestina di banyak kota di negara tersebut.
Ribuan orang berkerumun di luar Balai Kota Sydney pada Minggu, mengibarkan bendera Lebanon dan Palestina sembari meneriakkan dukungan bagi Wilayah Palestina yang diduduki dan Lebanon.
Beberapa orang juga terlihat membawa poster yang ditempel foto Nasrallah.
“Kami tidak yakin mengapa anak-anak kami, perempuan kami, laki-laki kami tidak penting, mengapa pemerintah tidak bersuara demi kepentingan kami dan menuntut agar Israel berhenti,” kata Presiden Jaringan Advokasi Palestina Australia, Nasser Mashni.
Kelompok tersebut membantu mengoordinasikan protes di seluruh negeri.
“Sudah saatnya kekuatan diplomasi ditarik,” tambahnya (*)
Sumber: Antara|Editor: Arifin BH