05 April 2025

Get In Touch

Brutal, Israel Bom Tenda Pengungsi dan Bakar Warga Palestina Hidup-hidup

Israel bom tenda dekat RS di Gaza, bakar warga hidup-hidup.(foto:ist/CNN Indonesia/Reuters)
Israel bom tenda dekat RS di Gaza, bakar warga hidup-hidup.(foto:ist/CNN Indonesia/Reuters)

GAZA (Lenteratoday) - Agresi militer Israel semakin brutal, setelah dikabarkan mengebom tenda pengungsi dekat Rumah Sakit Al Aqsa Gaza Tengah dan membakar warga Palestina hidup-hidup, Senin(14/10/2024) pagi waktu setempat.

Imbas serangan Israel tersebut, empat orang meninggal dan puluhan warga mengalami luka-luka.

Salah satu sumber mengatakan Israel mengebom tenda-tenda dekat rumah sakit, lalu muncul kebakaran.

Penduduk lain di Gaza, Bilal Ezzat memberi kesaksian soal serangan brutal Israel. Dia mengaku segera bergegas ke RS Al Aqsa, saat mendengar pengeboman yang memicu kebakaran.

"Pengeboman itu kemudian meledakkan tabung gas, yang digunakan pengungsi dan menyebabkan kebakaran lebih besar," kata Ezzat ke Middle East Eye.

Dia juga bercerita api membumbung 10 hingga 15 meter. Karena cukup tinggi, orang kesulitan membantu yang lain padahal banyak masih yang terjebak di sana.

"Api terus menyambar dan kadang-kadang ada sesuatu yang meledak di dalam, sehingga tim mundur," ujar Ezzat lagi.

Dia juga melihat orang-orang di dalam api terbakar hidup-hidup.

"Saya melihat setidaknya tiga mayat hangus, salah satunya petugas kebersihan," kata Ezzat.

Warga Gaza lain, Maha Al Sarsak juga menyaksikan anggota keluarganya hangus terbakar. Dia dan ibunya berhasil melarikan diri dari kobaran api, sementara dua anggota keluarga lain tak sempat.

"Mereka keluar dengan tubuh hangus. Saya melihat kematian dengan mata kepala saya sendiri. Itu menakutkan," kata Sarsak sembari menangis.

Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee mengonfirmasi mereka menyerang RS Al Aqsa.

Avichay mengklaim pernyataan yang berulang bahwa rumah sakit tersebut adalah pusat komando dan kendali yang digunakan Hamas.

Gempuran Israel ke RS Al Aqsa merupakan ketujuh kali, sejak mereka meluncurkan agresi di Gaza pada Oktober 2023.

Selama agresi, Israel menggempur habis-habisan warga dan objek sipil seperti rumah sakit hingga kamp pengungsian di Palestina. Imbas serangan brutal itu lebih dari 42.000 orang di Palestina tewas dan puluhan fasilitas kesehatan hancur.

Sumber: CNN Indonesia/Editor: Ais

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.