05 April 2025

Get In Touch

Wali Kota di Mexico Dibunuh Tak Lama Setelah Dilantik

Alejandro Arcos terbunuh hanya setelah enam hari menjabat sebagai walikota Chilpancingo, Meksiko(Instagram/alejandro_arcos_calatan)Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul
Alejandro Arcos terbunuh hanya setelah enam hari menjabat sebagai walikota Chilpancingo, Meksiko(Instagram/alejandro_arcos_calatan)Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Wali Kota Meksiko Dipenggal Tak Lama Setelah Menjabat, Aksi Kartel jad

MEXICO CITY (Lenteratoday) - Wali kota Chilpancingo, ibu kota negara bagian selatan Guerrero, Mexico, Alejandro Arcos Catalán diserang lalu dipenggal beberapa hari setelah dilantik.

Alejandro Arcos Catalán dilantik pada tanggal 30 September. Sehari sebelum presiden wanita pertama Meksiko, Claudia Sheinbaum, mengambil alih kekuasaan. Pada Senin (7/10/2024), kurang dari seminggu setelah menjabat sebagai presiden, Sheinbaum mengkonfirmasi laporan bahwa pemimpin kota berusia 43 tahun itu telah dibunuh pada hari sebelumnya. "Semua investigasi yang diperlukan sedang dilakukan," ujarnya, dilansir Guardian.

Foto-foto pembunuhan sadis itu tersebar di media sosial. Fotonya seolah jadi sebuah pengingat mengerikan akan kekerasan yang ditimbulkan konflik kejahatan terorganisasi Meksiko di negara Amerika Latin tersebut.

Pembunuhan wali kota terjadi setelah dua sekutu dekatnya ditembak mati pada hari-hari awal pemerintahannya yang singkat. Seorang sekretaris, Francisco Tapia, ditembak mati pada tanggal 3 Oktober, sementara Ulises Hernández Martínez, mantan komandan polisi pasukan khusus yang diperkirakan akan menjadi kepala keamanan Arcos Catalán, ditembak mati pada malam pelantikan wali kota.

Warga yang terkejut membagikan rekaman wawancara dengan wali kota sebelum kematiannya, yang di dalamnya ia mengatakan ingin dikenang sebagai pejuang perdamaian dan kebahagiaan. “Saya telah tinggal di sini sepanjang hidup saya … dan di sinilah saya ingin mati. Tetapi saya ingin mati sambil berjuang demi kota saya,” kata Arcos Catalán.

Alejandro Moreno, presiden partai Arcos Catalán, partai Revolusioner Institusional (PRI), mengecam tibdakan yang disebutnya sebagai teror mengerikan. Ricardo Anaya, seorang senator oposisi, menyesalkan situasi keamanan yang menakutkan di Meksiko, di mana lebih dari 450.000 orang telah terbunuh sejak Presiden Felipe Calderón melancarkan perang yang gagal melawan kartel narkoba pada tahun 2006. (*)

Sumber : Kompas | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.