06 April 2025

Get In Touch

Peringati Hari Batik, Hotel di Surabaya Gelar Pagelaran Batik Jawa Timuran

Pagelaran Batik in Style di Wyndham Hotel Surabaya. (Amanah/Lenteratoday)
Pagelaran Batik in Style di Wyndham Hotel Surabaya. (Amanah/Lenteratoday)

SURABAYA (Lenteratoday)- Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, Wyndham Hotel Surabaya bersama tiga desainer Jawa Timur menghadirkan peragaan busana bertajuk Batik in Style. 

Eksekutif Asisten Manager Wyndham Hotel Surabaya, Rachmat Zulkarnaen, mengatakan, kegiatan Batik in Style ini digelar bertujuan agar batik tetap relevan dan dikenal luas di dunia internasional. 

"Batik in Style ini untuk mengingat dan menjaga warisan budaya dengan gaya yang tetap mengikuti perkembangan dan mengedepankan filosofi dari batik sendiri. Mari kita semua mencintai dan mempromosikan batik lebih jauh. Mari kita bangga menggunakan batik yang kaya akan budaya," kata Rachmat, Rabu (2/10/2024).

Dalam kesempatan itu, Ketua Persana Surabaya Dameria Triana Ambuwaru menjelaskan, dalam peragaan busana tersebut pihaknya membawakan tujuh busana untuk ditampilkan.

Menariknya, ia menggunakan Batik Jawa Timur yaitu Batik Suroboyoan, Batik Pesona Mangrove Wonorejo, hingga Batik Madura dalam koleksinya.  

"Jadi konsepnya bagaimana batik itu bisa digunakan oleh anak-anak muda tapi enggak full batik. Jadi saya bikin santai tapi mewah," ucapnya.

Sementara terkait desainnya, ia membuat batik menjadi multi fungsi atau two piece. Misalnya, jika mau pakai rok saja yang bisa di mix and match dengan baju lain.

"Lalu kalau mau pakai atasannya aja dikombinasikan dengan celana juga bisa. Jadi, batik enggak terlihat berat ketika digunakan anak muda. Kalau ada kombinasi-kombinasi seperti itu kan lebih asik dan lebih hidup. Kita beri payet, pernak-pernik, dan lainnya," jelasnya.

Ke depan ia berharap, anak-anak muda tetap bisa meneruskan tradisi menggunakan batik. "Kalau dulu batik hanya dikenal untuk baju tidur, sekarang bisa digunakan sehari-hari. Dan tidak semua batik mahal, jadi bagaimana cara kita memilih batik juga. Misal motifnya, kainnya. Jadi kita harus bangga menggunakan batik, daripada nanti diakui negara lain. Jadi batik harus tetap dibudayakan dan dilestarikan," tukasnya. (*)

Reporter: Amanah | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.