05 April 2025

Get In Touch

Pertama Kali Sejak 4 Dekade, Menteri di Singapura Didakwa Korupsi

Mantan Menteri Transportasi Singapura S. Iswaran (kiri) meninggalkan di Mahkamah Agung di Singapura, Selasa (24/9/2024).(Afp)
Mantan Menteri Transportasi Singapura S. Iswaran (kiri) meninggalkan di Mahkamah Agung di Singapura, Selasa (24/9/2024).(Afp)

SINGAPURA (Lenteratoday)- Mantan Menteri Perhubungan Singapura S Iswaran diadili terkait dugaan kasus korupsi. Peristiwa pejabat publik diadili di kasus korupsi merupakan sesuatu yang langka terjadi di Singapura.

Dikutip dari AFP, Rabu (25/9/2024), sidang itu merupakan sidang pertama dalam lebih dari empat dekade ada pejabat publik yang diduga korupsi di Singapura. Diketahui, Singapura menjadi salah satu negara yang paling tidak korupsi di dunia.

Dia tiba di Mahkamah Agung Singapura pada Selasa (24/9/2024) pagi waktu setempat dengan menggunakan kendaraan SUV warna putih. Iswaran menolak untuk menjawab pertanyaan dan hanya mengucapkan "selamat pagi" kepada wartawan yang berkumpul di luar gedung pengadilan.

Persidangan kasus Iswaran ini dianggap oleh para pengamat sebagai salah satu persidangan paling signifikan secara politik dalam sejarah Singapura. Kasus ini juga berisiko merusak reputasi Partai Aksi Rakyat (PAP), partai asal Iswaran, yang berkuasa sebelum pemilu diperkirakan akan digelar pada November tahun depan.

Total ada 35 dakwaan yang menjerat Iswaran, yang berusia 62 tahun ini, berkaitan dengan korupsi -- dengan dakwaan melibatkan kontrak pemerintah memiliki ancaman hukuman maksimum tujuh tahun penjara. Dia juga dijerat satu dakwaan menghalangi keadilan.

Di antara tuduhan lainnya, Iswaran diduga menerima hadiah dari dua pengusaha senilai lebih dari US$ 300.000 (Rp 4,5 miliar).

Hadiah-hadiah itu mencakup tiket ke acara olahraga terkenal dan pertunjukan panggung dari taipan hotel Malaysia, Ong Beng Seng, yang merupakan salah satu orang terkaya di Singapura.

Ong yang menjabat direktur pelaksana Hotel Properties Limited, ditangkap pada hari yang sama dengan Iswaran tahun 2023 lalu, namun sejak saat itu tidak menghadapi hukuman apapun.

Dalam kasus ini, Iswaran juga dituduh menerima botol-botol whiskey dan tongkat golf dari seorang direktur top pada sebuah perusahaan konstruksi, yang belum didakwa atas pelanggaran hukum apapun.

Sebagian besar dakwaan yang menjerat Iswaran didasarkan pada hukum pidana yang jarak digunakan, yang menyatakan bahwa pegawai negeri yang menerima benda berharga dari tokoh-tokoh yang bekerja sama dengan mereka merupakan sebuah pelanggaran hukum.

Pengacara Iswaran menyatakan para pengusaha yang memberikan hadiah itu adalah teman dekat kliennya, sehingga kliennya bisa menerima hadiah itu dalam kapasitas pribadinya.

Setelah sidang pengadilan berakhir, Iswaran yang berusia 62 tahun mengatakan bahwa ia tidak dapat mengomentari persidangan tersebut.

"Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada Anda semua karena telah datang, dan mari kita lihat bagaimana hasilnya," katanya kepada wartawan di luar Mahkamah Agung

Perdana Menteri (PM) Singapura Lee Hsien Loong pada Kamis (18/1/2024 mengumumkan pengunduran diri Menteri Perhubungan S. Iswaran terkait skandal korupsi yang menggemparkan negeri Singa itu.

Dilansir kantor berita AFP, Kamis (18/1/2024), Iswaran ditangkap pada bulan Juli 2023 dan dibebaskan dengan jaminan sehubungan dengan penyelidikan korupsi tingkat tinggi yang jarang terjadi di negara kota tersebut.

Iswaran mengatakan dia akan mengaku tidak bersalah atas dakwaan yang diajukan oleh Biro Investigasi Praktik Korupsi saat dia hadir di pengadilan pada hari Kamis (18/1/2024).

Sumber:afp,ist/Editor: widyawati

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.