
JENEWA (Lenteratoday) - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan puluhan ribu orang telah meninggalkan rumah-rumah mereka di wilayah Lebanon, saat rentetan serangan udara Israel menghujani negara tersebut. Jumlah warga yang mengungsi dari serangan Israel ini, diperkirakan akan terus bertambah.
"Puluhan ribu orang terpaksa meninggalkan rumah-rumah mereka kemarin dan semalam, dan jumlahnya terus bertambah," ucap juru bicara badan pengungsi PBB, Matthew Saltmarsh saat berbicara kepada wartawan di Jenewa, seperti dilansir AFP, Selasa(24/9/2024).
Militer Israel melancarkan serangan terhadap target-target Hizbullah di wilayah selatan, timur dan utara Lebanon sejak, Senin(23/9) pagi yang berlanjut hingga, Selasa(24/9) waktu setempat.
Angkatan Udara Israel, dalam pernyataan via media sosial X menyebut pasukannya melancarkan sekitar 650 misi serangan dalam 24 jam terakhir. Menyerang lebih dari 1.100 target, dengan menggunakan lebih dari 1.400 amunisi.
Israel mengklaim serangannya mengenai gedung, kendaraan dan lokasi penyimpanan senjata di Lebanon.
Menteri Lebanon yang mengkoordinasi respons terhadap situasi krisis, Nasser Yassin menuturkan kepada Reuters bahwa sebanyak 89 pusat penampungan yang dibangun di sekolah-sekolah dan semacamnya telah diaktifkan, dengan kapasitas lebih dari 26.000 warga sipil melarikan diri dari kekejaman Israel.
Sumber: Detik/Editor: Ais