
SIDOARJO (Lenteratoday) - Bakal Calon Gubernur Jawa Timur, Luluk Nur Hamidah, mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi Pasar Induk Agrobis (Puspa Agro) yang terbengkalai di Sidoarjo.
Saat mengunjungi salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Timur tersebut, Luluk menyoroti kurangnya perhatian dari pemerintah provinsi terhadap potensi ekonomi pasar ini.
Luluk menyempatkan diri untuk melihat kondisi bangunan pasar yang diresmikan pada 2013 silam dan berbincang dengan para pedagang. Ia merasa kecewa melihat pasar yang awalnya dirancang sebagai pasar induk bertaraf Asia Tenggara ini kini dalam kondisi memprihatinkan. Menurut Luluk, Puspa Agro seharusnya menjadi pusat distribusi hasil pertanian dan peternakan yang meningkatkan ekonomi masyarakat Jawa Timur serta berkontribusi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Puspa Agro ini awalnya dibangun untuk memberi peluang kepada petani dan peternak dalam memasarkan produknya dengan lebih mudah, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Tapi, sayangnya, sekarang malah terbengkalai. Ini seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi," ungkap Luluk, Rabu (11/09/2024).
Luluk juga menekankan bahwa keberadaan Puspa Agro sebagai BUMD sangat penting untuk menggerakkan perekonomian di Jawa Timur. Dengan dukungan infrastruktur yang ada, seperti pelabuhan yang memadai, Puspa Agro seharusnya bisa memanfaatkan potensi tersebut untuk distribusi produk pertanian dan peternakan ke pasar nasional.
"Jika semua berjalan dengan baik, produktivitas masyarakat Jawa Timur pasti akan meningkat karena ada kebutuhan dari berbagai wilayah lain," jelasnya.
Lebih lanjut, Luluk mengkritik kurangnya perhatian dari pemerintah provinsi dalam menjaga dan mengembangkan pasar tersebut. Jika nanti terpilih sebagai Gubernur Jawa Timur, Luluk berkomitmen untuk memberikan perhatian khusus pada Puspa Agro, dengan upaya revitalisasi meskipun memerlukan anggaran dan usaha ekstra.
“Saya sangat kecewa melihat kondisi ini dibiarkan selama lima tahun. Padahal, ini adalah aset besar yang bisa memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat,” tegasnya.
Untuk itu, Luluk menekankan bahwa keberadaan Puspa Agro bukan hanya soal bangunan fisik, tetapi juga tentang ekosistem ekonomi yang melibatkan banyak orang. Menurutnya, pengabaian terhadap Puspa Agro telah memutus mata rantai ekonomi yang seharusnya bisa diperkuat dari hulu hingga hilir.
“Ini soal keberlangsungan hidup banyak orang. Pasar ini harus dihidupkan kembali dan dikelola dengan baik untuk memastikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” pungkasnya.
Reporter: Pradhita|Editor: Arifin BH