05 April 2025

Get In Touch

Syarat Israel dalam Proposal Gencatan Senjata di Gaza Ditolak Hamas

Negosiasi pertukaran sandera antara Israel dan Hamas diperkirakan akan segera berlanjut meski Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh tewas terbunuh (Ant)
Negosiasi pertukaran sandera antara Israel dan Hamas diperkirakan akan segera berlanjut meski Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh tewas terbunuh (Ant)

GAZA (Lenteratoday) - Proposal perundingan gencatan senjata yang berlangsung di Doha, Qatar yang diajukan Israel di tolak milisi Hamas. Dalam rancangan proposal itu ada sejumlah persyaratan baru yang didorong Israel untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata.

Dikutip dari AFP, sumber Hamas membocorkan syarat Israel diantaranya adalah mempertahankan pasukan di wilayah Gaza. Selain itu, Israel juga ingin tetap memegang kendali di sepanjang perbatasan Gaza dengan Mesir.

Kemudian, Israel juga memberikan syarat hak veto atas tahanan-tahanan Palestina yang akan dipertukarkan, memiliki hak mendeportasi beberapa tahanan Palestina dibanding memulangkan tahanan tanpa peradilan itu ke negaranya.

Sementara, Hamas menuntut gencatan senjata permanen, penarikan penuh pasukan Israel dari Jalur Gaza, pemulangan normal para pengungsi, serta kesepakatan pertukaran tahanan.

Dalam kesempatan itu, Mediator perundingan, yakni Mesir, Qatar, dan AS, berupaya menyelesaikan perincian kerangka kerja yang awalnya digariskan oleh Presiden AS Joe Biden pada Mei lalu. Mereka mengklaim perundingan yang berlangsung dua hari di Doha itu serius dan konstruktif.

Mediator mengatakan AS telah mengajukan 'proposal penghubung' yang segera dapat diterapkan untuk mencapai kata sepakat. Tekanan diplomatik terhadap Israel untuk menyetujui gencatan senjata telah meningkat dalam beberapa minggu terakhir. (*)

Sumber : CNNIndonesia | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.