05 April 2025

Get In Touch

Memasuki Musim Kemarau, Anggota DPRD Jatim Serukan Partisipasi Masyarakat Cegah Kebakaran Hutan

Anggota Komisi B DPRD Jatim, Karimullah.
Anggota Komisi B DPRD Jatim, Karimullah.

SURABAYA (Lenteratoday) - Memasuki musim kemarau yang terjadi di beberapa daerah di Jawa Timur, ancaman kebakaran hutan semakin meningkat terutama di wilayah yang memiliki hutan lebat.

Masyarakat yang tinggal di sekitar hutan, diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan yang dapat berdampak besar terhadap ekosistem dan keselamatan.

Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Karimullah menekankan pentingnya koordinasi antar dinas terkait untuk mencegah kebakaran hutan yang kerap terjadi di wilayah Jawa Timur. Ia menyebutkan bahwa kolaborasi antara Dinas Kehutanan Jawa Timur, Perhutani, dan pihak taman nasional sangat diperlukan untuk mengatasi masalah kebakaran hutan secara efektif.

“Terlebih lagi peran dari masyarakat juga sangat penting dalam upaya pencegahan,” ungkapnya, Kamis(8/8/2024).

Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan oleh masyarakat adalah, dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan dan memastikan api yang digunakan saat bakar-bakar telah benar-benar padam.

“Jangan buang puntung rokok sembarangan atau kalau setelah bakar-bakar harus dimatikan, hal tersebut jika tidak dilaksanakan akan mengakibatkan kebakaran hutan,” jelasnya.

Lebih lanjut, politisi Partai Golkar tersebut menyoroti pentingnya penetapan daerah prioritas yang sering menjadi langganan kebakaran hutan. Ia mencontohkan, daerah wisata pegunungan atau jalur pendakian gunung yang rentan terhadap kebakaran akibat kelalaian manusia.

“Harus ada daerah yang menjadi prioritas yang menjadi langganan dari kebakaran hutan. Contohnya kalau berwisata ke daerah pegunungan atau mendaki gunung, perlu untuk turut serta mencegah kebakaran,” terangnya.

Karimullah berharap agar upaya koordinasi dan partisipasi masyarakat dengan lembaga pemerintah terkait, dapat segera diwujudkan melalui program-program konkret yang bersifat pentahelix.

“Saya berharap agar upaya koordinasi dan partisipasi masyarakat dapat segera diwujudkan melalui program-program konkret yang melibatkan berbagai pihak terkait,” harapnya.

Diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini kekeringan meteorologis yang berpotensi melanda wilayah-wilayah di Indonesia. Hasil pemutakhiran 31 Juli 2024, berikut peringatan dini kekeringan meteorologis dirilis BMKG, berlaku untuk Dasarian I Agustus 2024.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan, sudah ada 3 provinsi yang menetapkan status siaga darurat kekeringan. Yaitu, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta. Sejumlah kabupaten/kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur, kini telah menetapkan status siaga darurat kekeringan.

Diantaranya Banyuwangi, Jombang, Blitar, Paditan, Ngawi, Pasuruan, dan Kota Batu yang siaga kebakaran hutan dan lahan.

Reporter: Pradhita/Editor: Ais

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.