
SURABAYA (Lenteratoday) - Setelah pembunuhan terhadap pemimpin Hamas di Teheran, para pejabat tinggi Iran akan bertemu dengan perwakilan sekutu regional Iran dari Lebanon, Irak dan Yaman untuk membahas potensi pembalasan terhadap Israel, dikutip dari Reuters.
Dengan demikian, maka Wilayah Timur Tengah menghadapi risiko konflik yang meluas antara Israel, Iran dan proksinya yang dikenal sebagai Proksi Perlawanan.
Perwakilan dari sekutu Iran di Palestina, Hamas dan Jihad Islam, serta gerakan Houthi yang didukung Teheran di Yaman, Hizbullah di Lebanon, dan kelompok perlawanan Irak akan menghadiri pertemuan di Teheran, kata sumber pada Reuters, yang menolak disebutkan namanya karena sensitifnya masalah tersebut.
“Iran dan anggota perlawanan akan melakukan penilaian menyeluruh setelah pertemuan di Teheran untuk menemukan cara terbaik dan paling efektif untuk membalas rezim Zionis (Israel),” kata seorang pejabat senior Iran, yang mengetahui langsung pertemuan tersebut.
Pejabat Iran lainnya mengatakan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan anggota senior Garda Revolusi elit Iran akan hadir. “Bagaimana tanggapan Iran dan kelompok perlawanan saat ini sedang ditinjau… Ini pasti akan terjadi dan rezim Zionis (Israel) pasti akan menyesalinya,” Jenderal Mohammad Baqeri, kepala staf angkatan bersenjata Iran, mengatakan kepada televisi pemerintah pada Kamis (1/8/2024).
Iran dan Hamas menuduh Israel melakukan serangan yang menewaskan Haniyeh beberapa jam setelah dia menghadiri pelantikan presiden baru Iran di Teheran pada Rabu.
Namun, para pejabat Israel belum mengaku bertanggung jawab atas serangan yang menimbulkan ancaman balas dendam terhadap Israel. Pembunuhan ini menambah kekhawatiran bahwa konflik Israel-Hamas di Gaza akan berubah menjadi perang habis-habisan di Timur Tengah. (*)
Sumber : Tempo | Editor : Lutfiyu Handi