
KEDIRI (Lenteratoday) - Hasil pelaksanaan pencocokan dan penelitian (coklit) oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih), sebanyak 1.500 pemilih di Kota Kediri terancam dicoret dari daftar pemilih di Pilkada Serentak 2024 karena termasuk Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Namun, KPU Kota Kediri masih mencari data pendukung, sebagai alasan pencoretan.
Hal itu terungkap saat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri menggelar rapat evaluasi, pelaksanaan pencocokan dan penelitian (Coklit) serta persiapan penyusunan daftar pemilih sementara (DPS) untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kota Kediri 2024. Rapat berlangsung di salah satu hotel di Kota Kediri, Senin(22/7/2024) malam.
Kegiatan tersebut turut dihadiri, Kesbangpol, seluruh PPK se-Kota Kediri, Panitia Pemungutan Suara (PPS) se-Kota Kediri, serta Anggota Komisioner KPU Kota Kediri beserta jajaran dan Bawaslu Kota Kediri.
Ketua KPU Kota Kediri, Reza Cristian menyampaikan data pemilih Tidak Memenuhi Syarat (TMS) hasil coklit tersebut, maih harus dikoordinasikan dengan Dispendukcapil sebagai data penyanding yang bisa memastikan orang itu di-TMS-kan.
Sehingga hasil Coklit untuk sekitar 1.500 pemilih yang TMS, KPU juga belum memastikan karena masih mencari data pendukung. Seperti yang meninggal dan lain-lain, kita harus mencari data pendukung bisa di TMS kan atau tidak.
“Seperti, ada pemilih yang diterima di kepolisian atau TNI itu harus di-TMS juga, perlu data pendukung dan diteliti lagi, “kata Reza.
Lebih lanjut Reza menjelaskan dalam rapat koordinasi terkait evaluasi pelaksanaan Coklit kemarin, sekaligus untuk persiapan penyusunan daftar pemilih sementara (DPS).
“Diharapkan teman-teman PPK dan PPS, pada 24 Juli 2024 sudah selesai pelaksanaan coklit mulai mempersiapkan untuk penyusunan DPS. Setelah coklit nanti data-data akan disondingkan kembali dicek kembali kebenarannya, untuk pemilih tidak memenuhi syarat (TMS) masih bisa dimasukkan," ujarnya.
Pelaksanaan Coklit di Kota Kediri sudah mencapai 100 persen pada, 13 Juli 2024 lalu. Pada kesempatan ini Reza menyinggung tingkat disiplin PPK dan PPS agar tidak terbiasa molor hadir.
”Kita berharap nanti PPK dan PPS tepat waktu, sehingga pelaksanaan Pilkada setiap tahapan itu terselenggara sesuai jadwal, “pungkasnya.
Pada kegiatan ini juga ada pemberian reward, kepada tiga petugas pantarlih yang paling cepat dan paling akurat dari masing-masing Kecamatan yang diberikan langsung Ketua KPU Kota Kediri.
Tiga Pantarlih yang mendapat reward, dari Kecamatan Mojoroto TPS 6 Kelurahan Lirboyo, Ika Prapita Sari, Kecamatan Kota TPS 5 Kelurahan Kampung Dalem, Kurnia Mei Wulandari dan Kecamatan Pesantren TPS 3 Kelurahan Ngletih, Vinda Andi Kurnia.
Reporter: Gatot Sunarko/Editor: Ais