06 April 2025

Get In Touch

Jamaah Haji NTT Kembali ke Daerah dengan Baju Adat

Jamaah haji asal NTT menggunakan baju khas saat pulang ke daerah mereka.
Jamaah haji asal NTT menggunakan baju khas saat pulang ke daerah mereka.

SURABAYA (Lenteratoday) - Jamaah haji Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menginap di asrama haji telah terbang ke daerah asalnya pada Selasa (16/7/2024) pukul 09.45 WIB. Namun, ada pemandangan tak biasa di asrama haji, para jamaah haji wanita terlihat memakai baju warna warni mencolok dengan kerudung panjang khas ala pengantin.

Jika biasanya jamaah haji Indonesia identik dengan pakaian haji serba putih, para jamaah haji tersebut tampil menyala dengan baju dan kerudung berhiaskan detail payet dan manik-manik yang merupakan baju khas mereka.

Jamaah haji warga NTT ini ternyata keturunan Sulawesi Selatan. Meskipun terlahir dan tinggal menetap di NTT, warga keturunan Sulawesi Selatan tersebut tetap meneruskan tradisi khas leluhur mereka ketika pulang berhaji dari tanah suci yakni memakai baju-baju khas mereka dengan warna mencolok.

Seorang jamaah haji asal Kota Kupang, Hariyati (27) mengaku ia sudah mempersiapkan pakaian dan aksesorisnya ini sebelum berangkat ke tanah suci. “Tradisi berhias ini kami anggap sebagai cara untuk menandai kepulangan dari ibadah haji. Ini lo kami sudah menjadi haji atau hajjah,” tutur jamaah yang berprofesi sebagai pedagang tembakau ini.

Sementara itu, para jamaah pria tampil dalam jubah ala Raja Salman dengan gamis panjang dan penutup kepala keffiyeh. Penampilan mewah dan unik ini memang sudah menjadi tradisi bagi jamaah haji asli Sulawesi Selatan.

Sebanyak 155 jamaah NTT dari kloter 78 ini berangkat ke Bandara Juanda sekitar pukul 06.00 WIB dengan menggunakan tiga armada bus. Mereka terbang ke Bandara El Tari Kupang pada pukul 09.45 WIB dan diperkirakan mendarat pada pukul 12.45 WITA.

Hingga malam ini, Selasa (16/7/2024), Asrama Haji Sukolilo Surabaya telah menerima kedatangan 86 kloter jamaah haji.

Sekretaris PPIH Debarkasi Surabaya, Abdul Haris mengungkapkan ada 31.821 jamaah telah tiba di Debarkasi Surabaya. “Jumlah ini telah mencapai 81% dari total 39.264 jemaah,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, Haris juga mengungkapkan ada 77 jamaah haji Debarkasi Surabaya yang telah wafat di tanah suci. “Insya Allah para jamaah haji yang wafat di tanah suci mendapatkan husnul khotimah. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan keikhlasan,” pungkasnya. (*)

Reporter : lutfi | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.