
BLITAR (Lenteratoday) - Muncul kabar mantan Wakil Bupati (Wabup) Blitar, Rahmat Santoso belum kembalikan mobdin milik Pemkab Blitar jelang Pilkada 2024.
Hal ini membuat Rahmat angkat bicara, dengan mempertanyakan kenapa dihembuskan sekarang.
"Kok dihembuskan jelang Pilkada, ada apa?," ujar Rahmat, Jumat(28/6/2024).
Oleh karena itu mantan orang nomor dua di Kabupaten Blitar ini, merasa perlu meluruskan kabar yang menyebut dirinya belum mengembalikan satu mobdin milik Pemkab Blitar.
Disebutkannya, jika mobdin jenis sedan Toyota Camry itu sudah dikembalikan.
"Semuanya sudah saya kembalikan, waktu itu saya sibuk pencaleg-kan. Mobil itu saya titipkan Pak Tono (sopir Pemkab) untuk diambil dan dikembalikan, " ujar Rahmat yang juga menjabat Wakil Ketua PAN Jatim ini.
Mengetahui mobdin Camry tersebut dipersoalkan oleh Pemkab Blitar, Rahmat langsung mengkonfirmasi kepada Tono. Ternyata mobil warna hitam tersebut, masih berada di tangan Tono.
"Saya juga baru tahu, Pak Tono bukan ASN dan katanya dipecat. Kenapa orang-orang yang pernah bekerja dengan saya dipecat, kasihan saat ini Pak Tono ikut saya termasuk uang gaji bulanan dari saya pribadi, " ungkapnya.
Sebelumnya, kabar soal mobil yang belum dikembalikan ini berhembus setelah Kabag Umum Setda Kabupaten Blitar, Wahyudiono menyebutkan kalau ada tujuh kendaraan mobdin yang melekat untuk Wabup Blitar dan para ajudan. Dari jumlah itu, masih kurang satu yang belum dikembalikan jenis sedan Toyota Camry.
Padahal Rahmat telah 10 bulan mundur dari jabatannya sebagai Wabup Blitar, sejak Agustus 2023 lalu.
"Saya heran kenapa baru sekarang dipersoalkan, kok nggak dari dulu agar saya bisa mengecek. Apa memang sengaja dibiarkan dan baru dihembuskan saat ramai berita saya akan maju lagi di Pilkada Blitar ?," ujarnya bernada tanya.
Sementara Tono saat dikonfirmasi membenarkan, jika mobil sedan Toyota Camry masih dia bawa. Pria berkumis ini menyebut jika dirinya tidak paham, jika mobil Camry itu milik Pemkab.
"Waktu itu saya memang disuruh ambil, mobilnya bapak ada banyak dan gonta-ganti, " tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, mantan Wabup Blitar Rahmat Santoso akan maju Pilbup Blitar 2024 ini.
Rahmat yang sebelumnya mendampingi Bupati Blitar, Rini Syarifah pada Pilkada 2020 lalu kini akan menjadi rival pada Pilkada tahun ini.
Rahmat mengaku mendapatkan banyak dorongan dari berbagai pihak, elemen masyarakat dan ulama.
Termasuk dukungan dari partai Koalisi Indonesia Maju (KIM), yaitu PAN, Gerindra, Golkar dan Demokrat yang total memiliki 19 kursi di DPRD Kabupaten Blitar.
Bahkan Ketua Umum DPP Ikatan Penasihat Hukum Indonesia (IPHI) ini, juga mengaku akan mendapat dukungan dari salah satu partai terbesar di Kabupaten Blitar.
Dimana diketahui partai politik terbesar hasil Pemilu 2024 ada 2 yakni PDIP dengan 15 kursi dan PKB yang meraih 11 kursi di DPRD.
Reporter: Arief Sukaputra/Editor: Ais