06 April 2025

Get In Touch

Tren Kematian Jemaah Haji Indonesia di Tanah Suci Menurun 

Petugas membawa jenazah untuk dishalatkan di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi. Jamaah calon haji yang meninggal akan dishalatkan di Masjidil Haram sebelum dikebumikan di pemakaman Syaraya, Mekah (Ant)
Petugas membawa jenazah untuk dishalatkan di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi. Jamaah calon haji yang meninggal akan dishalatkan di Masjidil Haram sebelum dikebumikan di pemakaman Syaraya, Mekah (Ant)

SURABAYA (Lenteratoday) -Jumlah jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia di Tanah Suci kembali bertambah. Meski begitu, tren kasus kematian pada jemaah haji Indonesia menurun jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Abdul Haris mengungkapkan adanya kabar duka dari tanah suci.

"Kita mendapatkan kabar duka dari tanah suci. Ada dua jemaah haji Jawa Timur yang wafat di Makkah yaitu Pasikin Sarbidin (71 tahun) dari kloter 3 Kabupaten Bojonegoro dan  Choesnijah M. Cholil (85 tahun) dari kloter 86 Kabupaten Sidoarjo,” ungkapnya, Senin (10/6/2024).

Haris menjelaskan, jemaah atas nama Pasikin Sarbidin berasal dari Dusun Soko, Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro. Almarhum wafat sekitar pukul 11.05 Waktu Arab Saudi (WAS).

Sedangkan Choesnijah M. Cholil adalah jemaah haji asal Dusun Menyanggong, Kletek, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo. Almarhumah wafat di RS Annur, Makkah.

Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya, Abdul Haris

"Mewakili segenap PPIH Embarkasi Surabaya, saya menyampaikan rasa duka cita yang mendalam dan turut mendoakan semoga jemaah haji yang wafat termasuk para syuhada yang menjadi ahli syurga serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan keikhlasan," jelasnya.

Dengan bertambahnya dua jamaah wafat, total ada 7 (tujuh) jamaah haji Embarkasi Surabaya wafat di Tanah Suci.

Berikut nama-nama jemaah haji wafat di tanah suci:

  1. Imam Turmudi, Kloter 5 Pacitan, wafat di  Madinah
  2. Sutarso Tasripin Kamsi, Kloter 3 Bojonegoro, wafat di Makkah,
  3. Muchlisoh Tarmuji, Kloter 73 Kediri, wafat di Makkah 
  4. Sujanah Senari, Kloter 77 Sidoarjo, wafat di Makkah
  5. Samhan Baqis, Kloter 48 Lumajang, wafat di Makkah 
  6. Pasikin Sarbidin, Kloter 3 Bojonegoro, wafat di Makkah
  7. Choesnijah M. Cholil, Kloter 86 Sidoarjo, wafat di Makkah

Tren menurun

Mengutip Liputan6, hingga hari ke-27 operasional haji 1445 H atau Jumat, 7 Juni 2024, jumlah jemaah haji yang wafat mencapai 50 orang.

Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama (Kemenag) yang dikutip pada Jumat (7/6/2024) pukul 16.00 WIB, 50 jemaah haji Indonesia tersebut meninggal dunia saat berada di Madinah, di Jeddah, dan di Makkah.

Kasus kematian ini masih didominasi jemaah haji lanjut usia (lansia). Hampir seluruh jemaah haji yang meninggal di Tanah Suci ini juga termasuk dalam kategori kesehatan risiko tinggi (risti). Tercatat hanya ada tiga jemaah yang tidak termasuk risti.

Meski begitu, tren kasus kematian pada jemaah haji Indonesia di Tanah Suci menurun jika dibandingkan dengan tahun lalu. Hal ini terlihat dari tabel perbandingan kasus kematian dari tahun ke tahun yang ditampilkan Siskohat Kemenag.

Perbandingan hingga hari ke-26 operasional haji, tahun lalu jemaah yang meninggal di Tanah Suci mencapai 86 orang.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.