06 April 2025

Get In Touch

Diduga Jualan Visa Haji Ilegal, Selebgram Asal Indonesia Ditahan Pemerintah Saudi

Ilustrasi ibadah haji di Makkah.(foto/ist)
Ilustrasi ibadah haji di Makkah.(foto/ist)

JEDDAH (Lenteratoday) - Setelah 59 Warga Negara Indonesia (WNI) dipulangkan, karena berhaji dengan visa ziarah. Kini giliran Selebgram asal Indonesia kabarnya ditahan oleh pihak keamanan Pemerintah Arab Saudi, karena diduga berjualan visa haji ilegal.

Disampaikan Konsul Konsular Jenderal RI Jeddah atau KJRI Jeddah, Yusron Bahauddin Ambary bahwa satu selegram telah ditahan pihak keamanan Arab Saudi, karena diduga berjualan visa haji tanpa tasreh.

“Mereka (jemaah) tidak ada yang mengurus saat ini, pihak Arab Saudi sudah merazia akun-akun media sosial yang menjual visa haji tanpa antre. Saudi akan membasmi haji tanpa prosedural dengan serius," ujar Yusron mengutip Tribunnews, di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Kamis(6/6/2024) malam.

Jemaah yang diduga korban selegram tersebut, kini masih berada di Makkah. KJRI Jeddah masih menelusuri keberadaan jemaah tersebut.

Ia mengungkapkan masih banyak pegiat media sosial, yang diduga menjual paket haji seperti ini. Arab Saudi sudah memantau dan mencatat, akun media sosial seperti TikTok yang menjual paket haji tanpa antre ilegal, baik yang tinggal di Arab Saudi maupun di Indonesia.

"Tindakan kami lebih kepada korbannya. Nanti setelah ibadah haji selesai, kami akan menelusuri siapa korban dan pelakunya," ungkap Yusron Bahauddin Ambary.

Ia menjelaskan kemarin sudah mepet waktunya, untuk menyelamatkan korban ke tanah air terlebih dahulu. Pihak KJRI Jeddah belum mendalami kasusnya, karena tidak memiliki wewenang untuk menindak.

Di samping itu, imbuhnya pemeriksaan di Masjidil Haram dan sekitarnya sangat ketat oleh Pemerintah Saudi. Pengetatan ini harus dilakukan, karena haji tanpa prosedural dapat mengganggu kelancaran puncak haji.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang di Jeddah.

“Saya kira memang sudah bukan saatnya lagi memberi peringatan, tapi sudah harus ditindak tegas,” ujar Marwan Dasopang, beberapa saat setelah tiba di Bandara Jeddah dirilis kompas.com, Jumat(7/6/2024).

Editor:Ais

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.