05 April 2025

Get In Touch

Ribuan CJH Asal Kediri Raya Masuk Asrama Haji Sukolilo Hampir Bersamaan

Mas Dhito di dalam bus rombongan CJH mendoakan agar ibadah yang dilakukan di Tanah Suci berjalan lancar.
Mas Dhito di dalam bus rombongan CJH mendoakan agar ibadah yang dilakukan di Tanah Suci berjalan lancar.

KEDIRI (Lenteratoday) - Ribuan Calon Jamaah Haji (CJH) asal Kediri Raya diberangkatkan ke Asrama Haji Sukolilo, Surabaya pada hari yang sama, Jumat (31/5/24). CJH Kabupaten Kediri masuk dalam kloter 73 dan 74, sementara CJH asal Kota Kediri tergabung dalam kloter 76.

Rombongan CJH Kabupaten Kediri diberangkat Bupati Hanindhito Himawan dari Kantor Pemkab Kediri, Jl Soekarno-Hatta, sekitar pukul 00.45 dinihari, sedangkan CJH Kota Kediri dari di Aula Muktamar, Ponpes Lirboyo, sekitar pukul 10.00 WIB.

Saat memberangkat CJH, bupati yang akrab disapa Mas Dhito ini meminta petugas rutin melakukan pengecekan kesehatan jamaah lansia. Dimana pemberangkatan dini hari waktu rawan bagi lansia, terutama terkait tensi darah.

“Jam-jam segini (dini hari) biasanya rawan tensinya naik. Begitu sesampai di Surabaya langsung lakukan pemeriksaan tensi para jamaah,” terang Mas Dhito.

Sebelum melakukan pemberangkatan, Mas Dhito sempat menyapa para jamaah dengan masuk dalam bus yang akan membawa para jamaah. Mas Dhito mendoakan agar ibadah CJH ke Tanah Suci ini bisa kembali pulang dengan selamat dan menjadi haji yang mabrur. Di samping itu, pihaknya juga menitipkan doa agar Kabupaten Kediri bisa lebih maju.

Dari sebanyak 1.130 CJH asal Kabupaten Kediri mayoritas lansia. Dimana 60 persen diantaranya rentan terhadap penyakit utama mereka, yakni hipertensi.

Dari jumlah tersebut pemerintah menyiapkan 1 dokter dan dua perawat di masing-masing kloter. Diharapkan, kondisi fisik dan mental para CJH selama melakukan ibadah haji bisa terus dimonitor.

Kemudian, dari CJH yang memiliki kasus kesehatan terbanyak adalah; hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, kemudian faktor kolesterol.

Sementara itu Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr. Bambang Triyono Putro menambahkan petugas kesehatan akan terus mengawal para jamaah. “Kalau bergeser ke Arafah ya ikut ke Arafah, kalau ke Muzdalifah ya ikut ke Muzdalifah,” terangnya.

Menanggapi cuaca panas di Arab Saudi, dr. Bambang mengimbau kepada seluruh jamaah memperbanyak porsi minum. “Juga menggunakan alat pelindung diri karena terpaan sengatan sinar matahari, karena mempengaruhi fisik dan mental jamaah,” tambahnya.

Sementara itu Pj Wali Kota Kediri Zanariah saat memberangkatkan CJH asal Kota Kediri di Aula Muktamar diawali doa bersama yang dipimpin oleh KH. Anwar Mansyur, pengasuh Ponpes Lirboyo. Rombongan diberangkatkan ke Asrama Haji Sukolilo di Surabaya dengan menumpang 7 bus dan 2 minibus.

Tampak ikut mendampingi Pj Wali Kota, Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji, Kepala Kemenag Kota Kediri Mohammad Qoyyim, KH. Abu Bakar Abdul Jalil, Kabag Kesra Jainuddin.

"Alhamdulillah hari ini telah dilaksanakan pemberangkatan CJH . Alhamdulillah Pemkot Kediri bisa membantu sesuai kemampuan. Dari Pak Kapolres tadi juga membantu pengamanan selama perjalanan menuju Surabaya," ujarnya.

Zanariah menjelaskan dari Kota Kediri ada 304 jemaah calon haji yang terdiri dari 134 jemaah pria dan 170 jemaah perempuan. Jemaah calon haji paling tua berusia 85 tahun baik pria dan wanita. Sementara jemaah calon haji paling muda, 20 tahun laki-laki dan 18 tahun perempuan.

"Semoga semua jemaah sehat. Lancar dalam melaksanakan ibadah haji. Kembali lagi di tanah air sehat serta menjadi haji dan hajah yang mabrur," jelasnya.

Reporter:Gatot Sunarko/Editor:Ais

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.