
YERUSALEM (Lenteratoday) - Sebuah serangan udara Israel memicu kebakaran yang menewaskan 45 orang di sebuah kamp tenda di kota Rafah, Gaza, kata para pihak berwenang pada hari Senin (27/5/2024), yang memicu kemarahan para pemimpin dunia yang mendesak pelaksanaan perintah Pengadilan Dunia untuk menghentikan serangan Israel.
Keluarga-keluarga warga Palestina bergegas ke rumah sakit untuk mempersiapkan jenazah mereka yang tewas untuk dimakamkan setelah serangan pada Minggu (26/5/2024) malam membuat tenda-tenda dan tempat penampungan habis terbakar.
Militer Israel, yang sedang berusaha untuk melenyapkan Hamas, mengatakan pihaknya sedang menyelidiki laporan-laporan bahwa serangan yang dilakukannya terhadap para komandan kelompok militan di Rafah telah menyebabkan kebakaran tersebut.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa serangan tersebut tidak dimaksudkan untuk menimbulkan korban sipil.
“Di Rafah, kami telah mengevakuasi sekitar 1 juta penduduk sipil dan meskipun kami telah berusaha keras untuk tidak menyakiti penduduk sipil, sayangnya ada hal yang tidak beres,” ujarnya dalam sebuah pidato di parlemen yang diinterupsi oleh teriakan anggota parlemen dari pihak oposisi.
Para korban selamat mengatakan bahwa keluarga-keluarga sedang bersiap-siap untuk tidur ketika serangan menghantam lingkungan Tel Al Sultan di mana ribuan orang berlindung setelah pasukan Israel memulai serangan darat di sebelah timur Rafah lebih dari dua minggu yang lalu.
“Kami sedang berdoa … dan kami sedang menyiapkan tempat tidur anak-anak kami untuk tidur. Tidak ada yang aneh, lalu kami mendengar suara yang sangat keras, dan api meletus di sekitar kami,” kata Umm Mohamed Al Attar, seorang ibu Palestina.
“Semua anak-anak mulai berteriak … Suaranya sangat menakutkan; kami merasa gedung-gedung itu akan runtuh dan pecahan peluru berjatuhan ke dalam ruangan.”
Lebih dari separuh korban tewas adalah perempuan, anak-anak, dan orang tua, kata petugas kesehatan di Gaza yang dikuasai Hamas, dan menambahkan bahwa jumlah korban tewas kemungkinan besar akan bertambah karena mereka mengalami luka bakar yang parah.
Petugas medis kemudian mengatakan bahwa serangan udara Israel pada hari Senin di sebuah rumah di Rafah telah menewaskan tujuh orang, dan beberapa orang lainnya terluka.
Militer Israel mengatakan bahwa serangan hari Minggu, yang didasarkan pada “informasi intelijen yang akurat”, telah menewaskan kepala staf Hamas untuk wilayah Palestina kedua yang lebih luas, Tepi Barat, serta seorang petinggi lainnya yang berada di balik serangan-serangan terhadap warga Israel (*)
Sumber: Channel News Asia/Penerjemah: Lambang (mk)|Editor: Arifin BH