
SURABAYA (Lenteratoday)- Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jenjang SMAN, SMKN dan SLBN di Provinsi Jawa Timur Tahun Ajaran 2024/2025 telah dimulai.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur (Dindik jatim), Aries Agung Paewai mengatakan tahun ini terdapat 677.530 lulusan SMP sederajat, yang akan berebut kursi sekolah negeri di PPDB Jawa Timur.
Rinciannya lulusan SMP sebanyak 394.844 siswa, MTs sebanyak 198.942 siswa, lulusan PKBM 59.532 siswa, lulusan pondok pesantren sebanyak 21.624 siswa, serta sanggar kegiatan belajar (SKB) 2.588 siswa.
"Data itu belum termasuk lulusan tahun lalu dan tahun sebelumnya, yang juga masih diberi kesempatan mengikuti PPDB dengan batas usia calon peserta didik (CPD) adalah 21 tahun," kata Aries, Senin(27/5/2024).
Aries menjelaskan jika saat ini siswa mulai bisa melakukan verifikasi nilai rapor pada 24-28 Mei 2024, sementara untuk pengambilan PIN mulai tanggal 27 Mei - 14 Juni 2024.
"Cara pengambilan PIN ini dilaksanakan secara online melalui situs SMK ppdb.jatimprov.go.id, setelah mengupload semua berkas persyaratan siswa diharuskan melakukan verifikasi dan validasi ke sekolah SMAN/SMKN terdekat," jelasnya.
Terkait kuota yang disediakan, Aries menuturkan terdapat 50 persen kuota zonasi dengan prosentase 30 persen zonasi radius berdasarkan titik lokasi tempat tinggal CPD. Kemudian 20 persennya adalah zonasi sebaran dimana semua kelurahan yang terdaftar dalam satu zonasi, akan kebagian jatah untuk masuk di sekolah yang berada di zonasi yang sama.
Selain jalur zonasi, siswa juga bisa memilih jalur prestasi nilai akademik yaitu pemeringkatan berdasarkan prosentase penjumlahan antara nilai rapor dengan bobot 50 persen. Ditambah dengan nilai akreditasi sekolah 20 persen dan 30 persennya diambilkan dari nilai indeks sekolah asal.
"Nilai indeks sekolah asal merupakan rata-rata nilai kakak kelas dari SMP asal, yang kini bersekolah di SMAN dan SMKN se Jawa Timur," tuturnya.
Selain kedua jalur tersebut, disediakan juga jalur afirmasi bagi siswa tidak mampu, jalur prestasi hasil lomba, juga jalur pindah tugas orangtua bagi siswa yang orang tuanya dipindah tugaskan minimal antar kabupaten/kota.
"Bagi hafidz quran dan ketua OSIS, juga disediakan golden ticket dengan kuota masing masing satu CPD di setiap lembaga sekolah," tukasnya.
Diketahui, jumlah SMAN di Jatim sebanyak 417 dengan total pagu 122.736 siswa, sedangkan untuk SMKN di Jawa Timur ada 297 lembaga dengan 1.727 bidang keahlian dan total pagu sebanyak 130.791 siswa.
Reporter:Amanah/Editor:Ais