07 April 2025

Get In Touch

Korban Longsor Papua Nugini Bertambah Diperkirakan 670 Orang Terkubur

Longsor di Provinsi Enga, Papua Nugini.(foto.ist/reuters.detik.com)
Longsor di Provinsi Enga, Papua Nugini.(foto.ist/reuters.detik.com)

ENGA (Lenteratoday) - Korban akibat bencana tanah longsor di Provinsi Enga, Papua Nugini bertambah, diperkirakan sekitar 670 orang terkubur.

Bencana di negara tetangga Indonesia tersebut, mengakibatkan sekitar 670 orang terkubur tanah longsor besar.

Ketua Organisasi Internasional untuk Migrasi di Papua Nugini, Serhan Aktoprak mengatakan dampak tanah longsor di Provinsi Enga yang terisolasi tersebut, lebih besar dari perkiraan semula.

"Diperkirakan ada lebih dari 150 rumah yang kini terkubur," kata Aktoprak dilansir BBC mengutip detik.com, Minggu(26/5/2024).

Longsor itu terjadi pada Jumat(24/5/2024), ia mengatakan daerah yang terkena dampak berada di dataran tinggi Enga. Longsor terjadi sekitar pukul 03.00 waktu setempat pada Jumat dini hari, ketika orang-orang sedang tertidur.

Aktoprak mengungkapkan tim penyelamat berada dalam risiko, karena tanah masih terus longsor.

"Air mengalir dan ini menimbulkan risiko besar, bagi semua orang yang terlibat," ungkapnya.

Ada hampir 4.000 orang yang tinggal di daerah yang terkena longsor tersebut. Setidaknya 1.000 orang terpaksa mengungsi akibat bencana tersebut.

Bahkan Aktoprak mengatakan kebun-kebun yang menjadi tempat tumbuhnya persediaan makanan dan air, hampir musnah seluruhnya.

Lembaga kemanusiaan, Care Australia yang ikut memberikan upaya bantuan memperingatkan jumlah korban yang terkena dampak kemungkinan lebih tinggi. Karena banyaknya orang yang melarikan diri, dari konflik suku di wilayah tetangga.

Aktoprak menambahkan para pekerja menggunakan segala cara yang diperlukan, untuk memulihkan korban dan melakukan pencarian.

"Orang-orang menggunakan tongkat penggali, sekop, garpu pertanian besar untuk mengeluarkan mayat yang terkubur di bawah tanah," pungkasnya.

Editor:Ais

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.