07 April 2025

Get In Touch

Buntut Turbulensi Ekstrem Tewaskan 1 Penumpang, Singapore Airlines Ubah Aturan Penggunaan Seat Belt

Penumpang Singapore Airlines penerbangan SQ321 dari London ke Singapura, yang melakukan pendaratan darurat di Bangkok akibat turbulensi, tiba di Bandara Changi di Singapura, Rabu (22/5/2024).(REUTERS)
Penumpang Singapore Airlines penerbangan SQ321 dari London ke Singapura, yang melakukan pendaratan darurat di Bangkok akibat turbulensi, tiba di Bandara Changi di Singapura, Rabu (22/5/2024).(REUTERS)

SINGAPURA (Lenterayoday)-Maskapai penerbangan Singapore Airlines berencana mengubah aturan penggunaan seat belt (sabuk pengaman) selama penerbangan. Langkah ini diambil usai penerbangan SQ321 yang terbang dari London menuju Singapura mengalami turbulensi ekstrem pada Senin (20/5/2024). Akibat insiden tersebut, satu orang penumpang asal Inggris meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.

"Maskapai penerbangan Singapore Airlines telah mengadopsi pendekatan yang lebih hati-hati dalam penanganan turbulensi dalam penerbangan," ungkap keterangan resmi pihak maskapai seperti dilansir Al-Jazeera, Sabtu (25/5/2024).

Nantinya, dengan adanya aturan baru ini, awak kabin tidak lagi menyediakan layanan makanan dan minuman ketika lampu kenakan sabuk pengaman dinyalakan.

Awak kabin juga akan mengamankan semua barang bawaan penumpang yang tersimpan di kompartemen kabin serta perlengkapan lainnya selama kondisi cuaca buruk. Selain itu, mereka juga akan mengimbau penumpang untuk kembali ke tempat duduknya dan menggunakan sabuk pengamannya.

Tidak hanya itu, untuk meminimalisasi dampak buruk terhadap turbulensi, awak kabin juga akan menjalani serangkaian pelatihan untuk mengatasi kondisi tersebut.

“Pilot dan awak kabin sadar akan bahaya yang terkait dengan turbulensi. Mereka juga dilatih untuk membantu pelanggan dan memastikan keselamatan kabin selama penerbangan,” ungkap juru bicara Singapore Airlines.

“SIA akan terus meninjau proses kami karena keselamatan penumpang dan awak kami adalah hal yang paling penting," lanjutnya.
Insiden Turbulensi Singapore Airlines

Dalam insiden yang terjadi pada Selasa lalu, pesawat Singapore Airlines SQ321 mengalami turbulensi hebat saat melakukan penerbangan dari London ke Singapura. Menurut situs pelacakan penerbangan, Flightradar24, pesawat diketahui mengalami turbulensi hebat usai terkena badai petir saat terbang di atas wilayah Myanmar.

Data FlightRadar24 menunjukkan pesawat meluncur di ketinggian 37.000 kaki sebelum tiba-tiba dan tajam turun ke ketinggian 31.000 kaki selama sekitar tiga menit. Penerbangan tersebut mengalami perubahan kecepatan vertikal yang cepat, konsisten dengan peristiwa turbulensi yang tiba-tiba, sekitar pukul 07.49 GMT atau sekitar pukul 14.49 WIB (Selasa, 21 Mei 2024).

Insiden tersebut menyebabkan penumpang terlempar ke langit-langit pesawat dan barang-barang pribadi serta makanan terlempar ke sekitar kabin.

Empat puluh enam penumpang dan dua awak, termasuk warga negara Inggris, Australia, Malaysia dan Filipina, dirawat di rumah sakit di Bangkok hingga Kamis malam.
Direktur Rumah Sakit Samitivej Srinakarin Bangkok, Adinun Kittiratanapaibool, mengatakan bahwa lebih dari 20 orang di antaranya berada dalam perawatan intensif karena cedera tulang belakang, otak, dan tengkorak.

Sumber:Al-Jazeera / Co-Editor: Nei-Dya

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.