06 April 2025

Get In Touch

PPIH Bertemu Masyariq, Bahas Skema di Layanan Armuzna serta Smart Card

Pertemuan PPIH dengan Masyariq bahas layanan Armuzna (foto: kemenag. Said Rifqi/KUH)
Pertemuan PPIH dengan Masyariq bahas layanan Armuzna (foto: kemenag. Said Rifqi/KUH)

MAKKAH (Lenteratoday) - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menggelar pertemuan dengan pihak Masyariq, Senin (20/5/2024). Pertemuan berlangsung di kantor Masyariq, wilayah Khalidiyah, Makkah, ini membahas layanan di Makkah serta Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), termasuk juga membahas tentang smart card.

Direktur Layanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid usai bertemu Masyariq di Makkah, mengatakan Rapat bersama Masyariq ini diantaranya membahas tentang proses pergerakan jamaah dari Armuzna.

Menurut Subhan Cholid, Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi telah melakukan pertemuan dengan Masyariq dan menyepakati perlunya skema baru pergerakan jamaah di Masyair al Muqaddasah atau Armuzna.

Hal tersebut sebagai antisipasi padatnya lokasi Muzdalifah karena dua hal. Pertama, dampak penambahan toilet yang memakan lahan hingga lebih dari 20.000 M2. Kedua, pemindahan penempatan jamaah di area perluasan Mina (Mina Jadid) ke Mu’aisim.

Kementerian Haji meminta agar ada minimal 40.000 jamaah yang hanya melewati tidak turun di area Muzdalifah. Sehingga skemanya adalah Arafah menuju Muzdalifah (tidak turun) lalu langsung ke Mina.

“Skema ini disebut sebagai Skema Murur. Kementerian Haji menunggu usulan resmi dari Indonesia terkait rincian skema ini. Sedangkan pihak Masyariq berharap agar jemaah yang mengikuti skema Murur ini diatur berbasis maktab,” sebut Subhan.

Kemudian terkait dengan smart card, Subhan menjelaskan bahwa Jamaah haji Indonesia sudah mulai tiba di Makkah Al-Mukarramah. Mereka datang dari Madinah setelah tinggal di sana selama sekitar sembilan hari. Pada hari pertama kedatangan, ada sekitar 3.400 jamaah yang tergabung dalam delapan kelompok terbang (kloter).

“Kita hari ini bertemu dengan Masyariq membahas antara lain mengenai distribusi smart card atau kartu pintar. Ini menjadi salah satu program utama dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Sebagian smart card ada yang dibagikan di Embarkasi Tanah Air, namun sebagian besar dibagikan saat jemaah tiba di Makkah Al-Mukarramah,” terang Direktur Layanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid usai bertemu Masyariq di Makkah, Senin (20/5/2024).

Ikut mendampingi, Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam beserta jajaran Staf Teknis Haji, Kepala Daker Makkah Khalilurrahman, Kabid Akomodasi Zaenal Muttaqin, Kabid Transportasi Mujib Roni, Kabid Katering Sutikno, dan Kabid PIHK Suviyanto.

Smart Card berbentuk kartu elektronik yang dikeluarkan secara resmi oleh Kerajaan Arab Saudi. Kartu ini baru kali pertama dibagikan pada penyelenggaraan ibadah haji 1445 H/2024 M. Tujuannya, untuk memudahkan jemaah dalam mengakses informasi yang berkaitan dengan haji, seperti lokasi-lokasi pelaksanaan haji di Tanah Suci. Lebih dari itu, smart card ini juga menjadi akses masuk ke Arafah. Sehingga kartu tersebut harus selalu dibawa oleh jemaah dan jangan sampai hilang.

“Smart card sudah diberikan oleh Kementerian Haji dan Umrah, tapi masih dikelompokkan berdasarkan urutan abjad. Tim PPIH bersama Masyariq malam ini mengelompokkannya berdasarkan kelompok terbang (kloter). Nanti akan dibagikan ke jemaah berdasarkan kloter. Jemaah yang sudah tiba di Makkah akan diperiksa secara acak oleh pihak Arab Saudi, apakah mereka sudah mendapat smart card atau belum,” papar Subhan.

Selain Smart Card dan Murur, Konsul Haji KJRI Jeddah, Nasrullah Jasam, mengatakan bahwa pertemuan dua pihak ini juga membahas layanan konsumsi berupa makanan siap saji. Katering ini antara lain akan dibagikan kepada jamaah saat berada di Arafah dan Mina.

“Kita akan cek makanan siap saji yang sebagian besar sudah tiba di Arab Saudi dan itu akan didistribusikan di Arafah dan Mina,” sebut Nasrullah.

Selain di Muzdalifah, kata Nasrullah, pihaknya juga minta agar pihak Masyariq dapat menyajikan makanan bagi jamaah haji yang mengambil nafar awal (kembali dari Mina ke hotel lebih awal), terutama untuk makan pada 12 Zulhijjah malam dan 13 Zulhijjah pagi. “Minimal ada snack berat untuk jamaah yang nafar awal. Kita minta ke Masyariq agar diberikan snack berat,” tutup Nasrullah.

Puncak ibadah haji, wukuf di Arafah, diperkirakan akan berlangsung pada 15 Juni 2024. Sehari sebelum itu, tepatnya pada 14 Juni 2024, jamaah haji secara beratahap akan diberangkatkan dari Makkah menuju Arafah. Setelah wukuf di Arafah, malam harinya jamaah diberangkatkan menuju Muzdalifah, lalu ke Mina. Di Mina, jamaah akan menginap pada 11 dan 12 Zulhijjah (nafar awal) atau hingga 13 Zulhijjah (nafar tsani), lalu kembali ke Makkah. (*)

Sumber : Rls Kemenag | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.