06 April 2025

Get In Touch

Psikolog Ungkap Dampak Medsos Terhadap Psikologis dan Stereotip Perempuan

Ilustrasi Steorotip Gender di Sosial Media (Shutterstock)
Ilustrasi Steorotip Gender di Sosial Media (Shutterstock)

SURABAYA (Lenteratoday) - Psikolog Universitas Airlangga (Unair), Dr Ike Herdiana M Psi Psikolog, mengungkapkan media sosial memiliki potensi meningkatkan harga diri dan membangun konsep diri positif, terutama di kalangan anak-anak.

“Media sosial bisa memberdayakan anak-anak jika digunakan dengan bijak. Melalui media sosial, anak-anak bisa mendapatkan wawasan yang lebih luas, berteman baru, dan berinteraksi positif dengan sekitarnya,” ungkapnya, Senin (20/5/2024).

Laporan UNESCO ‘Technology on Her Terms’ mengungkapkan bahwa media sosial mempengaruhi kesejahteraan dan pendidikan perempuan. Selain itu, media sosial juga dapat memperkuat stereotip gender.

Untuk itu Ike juga menilai, media sosial dapat menjadi alat pembelajaran yang efektif dan menyenangkan, mengingat keakraban anak-anak dengan teknologi. Menurutnya, media sosial  dapat memfasilitasi anak-anak untuk memperoleh informasi edukatif.

Meski memiliki nilai positif, Ike juga memperingatkan ‘sisi gelap’ dari media sosial. Salah satunya adalah pelanggaran privasi yang dapat menyebabkan trauma psikologis pada anak.

“Anak-anak yang terintimidasi di internet sering merasa takut dan bingung, bahkan untuk berbicara dengan orangtua mereka. Bahkan, jika terpapar terhadap pelecehan seksual online dapat menyebabkan trauma pada anak-anak," ucapnya.

Ike menyebut  bahwa WHO mencatat prevalensi cyberbullying yang sama di antara semua anak. Namun, studi terbaru menunjukkan lonjakan cyberbullying pada gadis usia 11-13 tahun, yang berimbas pada motivasi dan prestasi sekolah mereka.

Alih-alih memperjelas perbedaan gender dan memperkuat identitas mereka, Ike mengkritik stereotip gender di media sosial yang kerap menyudutkan perempuan, bahkan dilakukan oleh perempuan lain. Menurutnya, seharusnya sesama perempuan bisa saling mendukung. 

“Stereotip yang sering muncul di medsos adalah perempuan mudah dilemahkan melalui tindakan pelecehan seksual secara online dan sering mendapatkan hinaan atau diskriminasi,” ucapnya.

Ike berpesan kepada para penggunaan media sosial agar lebih bijak, termasuk waktu istirahat dari platform untuk kesejahteraan. "Yang tak kalah penting, orang tua juga perlu mengawasi dan berkomunikasi penggunaan media sosial anak-anak," tukasnya.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.