Puskesmas Rampal Celaket dalam Setahun Sukses Turunkan Angka Stunting dari 80 Persen Jadi 3 Persen

MALANG (Lenteratoday) – Kolaborasi dan kerjasama antar elemen masyarakat menjadi kunci sukses penurunan angka stunting di wilayah kerja Puskesmas Rampal Celaket.
Kepala Puskesmas Rampal Celaket, Muhammad Ali Sahib, mengungkapkan, angka stunting yang awalnya mencapai 80 persen berhasil turun drastis menjadi 3 persen dalam waktu satu tahun.
Menurut Ali, penurunan signifikan angka stunting ini berkat sinergi yang kuat antara kader, tokoh masyarakat, dan tokoh agama serta inovasi yang dilakukan oleh warga kelurahan Klojen, Samaan, dan Rampal Celaket yang termasuk dalam wilayah kerja Puskesmasnya.
"Kami sudah satu sampai 2 tahun merencanakan program-program ini. Kami juga sempat menjadi lokus stunting tapi alhamdulillah dengan kolaborasi, kebersamaan, inovasi untuk kegiatan stunting ini hasilnya luar biasa, dan bisa turun signifikan," ujar Ali, ditemui di Balai Kota Malang, Senin (20/5/2024).
Ali menambahkan, pemantauan gizi buruk dan stunting dilakukan secara teratur setiap harinya, hal ini juga berkontribusi pada penurunan drastis angka stunting dari 80 persen menjadi hanya 3 persen di 3 kelurahan tersebut.
Lebih lanjut Ali mengatakan, sebelumnya, tiga ketiga kelurahan tersebut memiliki sekitar 35-40 kasus stunting. Namun saat ini, di Kelurahan Rampal Celaket hanya ada satu anak yang masih tercatat mengalami stunting. Sementara di Kelurahan Samaan, terdapat 15 kasus, dan di Kelurahan Klojen, terdapat 7 kasus.
Dalam menanggapi situasi ini, Ali menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pendampingan intensif kepada keluarga anak-anak yang masih tercatat mengalami stunting, serta melakukan pemantauan berat badan setiap hari untuk memastikan pemulihan yang cepat bagi mereka.
Di sisi lain, Puskesmas Rampal Celaket juga menerima Sertifikat Penghargaan dari Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, sebagai pengakuan atas kontribusinya dalam penurunan angka stunting. Wahyu berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi wilayah lainnya untuk meningkatkan upaya penurunan stunting.
Hal ini juga sejalan dengan harapan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Husnul Muarif, yang menargetkan angka stunting di Kota Malang dapat mencapai target nasional yakni 14 persen.
"Harapannya di tahun 2024 ini angka stunting secara Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) bisa tercapai 14 persen sesuai dengan target nasional. Kalau Kota Malang kan per Maret kemarin berdasarkan SSGI, kita masih 17,3 persen. Target Kota Malang sendiri 16 persen," ungkap Husnul.
Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH