
MAKKAH (Lenteratoday) - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Makkah siap menyambut kedatangan jamaah haji Indonesia. Khususnya jamaah haji yang dari Madinah.
"Pertama, terkait dengan layanan akomodasi kita sudah pengecekan kesiapan akomodasi di hotel-hotel yang tersebar pada lima wilayah," ungkap Kepala Daker Makkah, Khalilurahman, di Kantor Daker Makkah, Sabtu (18/5/2024).
Setidaknya ada sekitar 170 hotel yang telah disewa dengan skema full musim dan diperuntukkan bagi pemondokan jamaah haji Indonesia 1445 H/2024 M. Pemondokan ini tersebar di lima wilayah, yaitu Syisyah, Raudhah, Jarwal, Misfalah, dan juga Ray Bakhs.
"Teman-teman di sektor pun sudah melakukan pengecekan kesiapan akomodasi di wilayah masing-masing," tutur Khalil.
Dia menjelaskan, berdasarkan pantauan di lapangan, para petugas juga telah memasang sejumlah penanda fasilitas ramah lansia di hotel-hotel yang menjadi pemondokan jamaah, termasuk kursi tunggu prioritas ramah lansia, lift untuk lansia, dan sebagainya.
Sementar untuk penyiapan konsumsi, PPIH Daerah Kerja Makkah juga telah memanggil penyedia katering dan juru masak. "Mereka sudah kita lakukan bimbingan teknis bagaimana membuat sajian makanan sesuai dengan selera nusantara dan terpenuhinya gizi jamaah haji Indonesia. Dari 57 penyedia katering, mereka sudah hadir dan mereka siap untuk memberikan pelayanan bagi jemaah haji Indonesia," jelas Khalil.
"Demikian pula untuk pelayanan bus shalawat yang akan mengantar jamaah dari hotel ke masjidil haram, sudah siap. Transportasi ini akan melayani jamaah haji selama berada di Makkah," tuturnya.

Sementara itu PPIH atau Petugas haji Indonesia selalu siaga selama 24 jam di pelataran dan setiap sudut Masjid Nabawi. Teriknya cuaca di siang hari dan rasa kantuk yang kerap mendera di malam hari, dinikmati dalam niat khidmah kepada jamaah haji.
"Seksus akan melakukan penjagaan di pos setiap sudut gerbang masjid. Apabila ada yang tersesat atau kesasar atau terpisah rombongan, akan diantarkan sampai ke hotel," ujar Kepala Sektor Khusus Masjid Nabawi PPIH Arab Saudi, Sunardi, di Madinah, Sabtu (18/5/2024).
Menurut Sunardi wajar bila banyak jamaah tersesat. Masjid Nabawi memiliki 42 pintu dan 69 gerbang. Jamaah sering masuk dan keluar masjid dari pintu yang berbeda. Jika jamaah bingung saat terpisah dari rombongan, langsung saja datangi sudut gerbang Masjid Nabawi. Sebab, ada petugas di semua sudut masjid yang siap mengantar jamaah ke hotel.
“Setiap hari selalu ada jamaah haji yang lupa jalan pulang ke penginapan, jamaah yang terpisah dari rombongan, jamaah yang kelupaan alaskakinya, dan kasus lainnya,” ungkap Fitria Ananda yang bertugas di pos lima pintu 360 Sektor khusus (seksus) Nabawi, Jumat (17/05/2024)
Fitria mengatakan, tugasnya adalah mengantarkan jamaah ini ke penginapannya. Jika dalam waktu bersamaan ada jamaah lain yang juga tersesat, kami akan koordinasi dengan petugas sektor agar bisa dijemput. Selain itu, banyak juga petugas layanan lain yang siap membantu jemaah, seperti teman-teman Media Center Haji (MCH) yang selalu ada di Area Nabawi.
“Kami juga bertugas memperhatikan kondisi jemaah, misalnya kelelahan dan kehausan. Kadang ada yang karena panik, tidak mau makan atau minum. Di pos seksus selalu ada box makan yang disiapkan bagi jamaah dengan kondisi demikian,” tandasnya.
Petugas di Seksus Nabawi terdiri atas petugas layanan bimbingan ibadah, layanan pelindungan jemaah (linjam) dari unsur TNI/Polri, layanan lansia dan disabilitas, serta tenaga pendukung (tepung). Mereka adalah mahasiswa Indonesia yang kuliah di Timur Tengah sehingga mahir berbahasa Arab. Mereka bertugas membantu jemaah atau petugas haji berkomunikasi dengan pihak di Arab Saudi. (*)
Reporter: Lut/Rls Kemenag | Editor : Lutfiyu Handi