07 April 2025

Get In Touch

Kisah Tono Pemulung asal Ponorogo yang Naik Haji Setelah Menabung 26 Tahun

Supartono, pemulung asal Ponorogo yang naik haji. (Amanah Nur Asiah/Lenteratoday
Supartono, pemulung asal Ponorogo yang naik haji. (Amanah Nur Asiah/Lenteratoday

SURABAYA (Lenteratoday)- Usaha tak akan menghianati hasil pepatah inil cocok menggambarkan perjuangan sosok Supartono, seorang tukang becak juga pemulung asal Ponorogo, Jawa Timur yang bisa mewujudkan niatnya naik haji.

Tono begitu akrab disapa bercerita, niatnya menunaikan ibadah haji bermula saat ia bermimpi digandeng seseorang mengelilingi ka'bah. 

"Tahun 1998, saya mimpi digandeng seseorang mengelilingi ka'bah. Lalu saya sowan ke kiai sepuh, dikasih nasihat supaya nabung meski Rp 3.000- Rp 5.000 jangan diambil," tutur Tono dengan suara begetar sembari mengeluarkan air mata, Kamis(16/5/2024).

Pria kelahiran 20 Mei 1963 ini mengaku sempat pesimis, karena kondisi ekonomi yang pas-pasan. 
Apalagi, pekerjaannya hanya sebagai seorang pemulung dan tukang becak yang setiap harinya mendapat Rp 60.000 - Rp 70.000.

Namun, hal itu tak menyurutkan tekadnya untuk menabung dan memutar uang agar bisa menunaikam ibadah haji. Karena menurutnya, naik haji suatu kewajiban dan telah ia niatkan sejak lama. 

"Uang yang saya kumpulkan itu saya gunakan untuk membeli kambing, anak-anak sapi, lalu saya jual lagi. Kemudian saya gunakan untuk mendaftar haji pada 2011 lalu. Dan tahun ini (2024) baru bisa saya lunasi," tutur Tono.

Tono mengaku jika perasaannya campur aduk, karena impiannya melihat ka'bah segera terwujud. Bahkan hal tersebut membuat tensinya naik dari biasanya.

"Bingung, tensi darah saya sampai 200, biasanya 150. Hati saya enggak karu-karuan mau naik montor mabur(pesawat). Saya ikut kata orang-orang saja. Alhamdulillah, bersyukur," ungkapnya.

Diketahui, Tono menjadi salah satu jamaah haji Embarkasi Surabaya dari Kelompok Terbang (Kloter) 19 yang akan berangkat ke tanah suci, Kamis 16 Mei 2024.

Reporter:Amanah/Editor:Ais 

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.