
SURABAYA (lenteratoday)- Dokter spesialis Bedah Digestive National Hospital Surabaya, dr Iwan Kristian, SpB-KBD mengungkapkan orang dengan obesitas atau kelebihan berat badan, rentan terkena berbagai penyakit seperti jantung, diabetes, sleep apnea, hingga kanker.
Untuk mencegah hal tersebut, salah satu cara yang dapat dilakukan yaitu usaha dari diri sendiri, dengan cara mengatur pola makan atau diet.
"Lalu, kita juga bisa berolahraga. Misalnya jalan kaki setiap hari 1 jam. Untuk olahraga ini harus ada taktik. Tidak pernah sama. Misal hari ini jalan kaki, besoknya lari, besoknya ganti lagi," kata dr Iwan ketika ditemui di National Hospital Surabaya, Rabu(8/5/2024).
Jika kedua hal tersebut belum juga berhasil untuk menurunkan berat badan, dr Iwan menyebut saat ini ada prosedur baru bernama Bariatrik yang tengah populer.
Ia menjelaskan, upaya Bariatrik atau potong lambung ini diklaim oleh para ahli medis sebagai satu-satunya cara paling aman untuk mengatasi obesitas.
"Ini adalah prosedur potong lambung. Jadi, lambung pasien akan dipotong 80 persen dan disisakan 20 persen,” jelasnya.
Ia mengungkapkan ada beberapa syarat yang harus diperhatikan, bagi pasien yang akan menjalani prosedur Bariatrik ini.
Menurutnya, prosedur ini bisa dilakukan pada pasien dengan morbid obesity atau obesitas kelas III. Di mana seseorang memiliki indeks massa tubuh (BMI) 40 atau lebih tinggi.
"Bisa juga untuk obesitas kelas I atau II, tapi ada penyakitnya. Seperti hipertensi, diabetes. Kalau kurang dari itu, lalu ingin operasi. Itu hak pasien, kita akan jelaskan," ungkapnya.
dr Iwan juga menuturkan bagi pasien yang telah melakulan prosedur ini, pada 10 hari pertama hanya diperbolehkan minum atau makan makanan cair seperti kaldu. Lalu di 10 hari kedua, pasien mulai bisa mengonsumsi makanan yang semi padat.
"Semua sudah kita hitung porsi makanannya.
Setelah bulan ketiga, kita harus waspada jangan sampai euforia. Karena penurunan ekstrem itu di tiga bulan pertama, di tiga bulan berikutnya kita ingatkan dia untuk berhati-hati dalam memilih makanan. Karena Bariatrik ini butuh komitmen juga dari pasien," tukasnya.
Reporter:Amanah/Editor:Ais