
Jakarta-Pemerintah menyatakan bahwa kasus Covid-19 di Indonesia sudah melewati angka 60.000 orang hingga hari ini, Jumat (3/7/2020).
Berdasarkan data pemerintah hingga Jumat pukul 12.00 WIB, jumlah tersebut disebabkan adanya 1.301 kasus baru Covid-19 di Indonesia.
Penambahan kasus baru itu menyebabkan kini ada 60.695 kasus Covid-19 di Tanah Air, sejak kasus pertama diumumkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020.
Walhasil saat Uni Eropa (UE) merilis negara-negara yang dianggap aman dari wabah virus corona, Indonesia tidak masuk dalam daftar itu. Sebanyak 14 negara masuk ke dalam "daftar aman" dan diizinkan kembali untuk masuk ke wilayah Eropa.
Dikutip dari BBC, negara-negara tersebut adalah Aljazair, Australia, Kanada, Georgia, Jepang, Montenegro, Maroko, Selandia Baru, Rwanda, Serbia, Korea Selatan, Thailand, Tunisia, dan Uruguay.
Sejak 1 Juli, sebanyak 27 negara anggota Uni Eropa dan 4 negara lainnya yang masuk kategori wilayah Schengen akan memberikan akses keluar masuk untuk 14 negara yang masuk "daftar aman", tanpa perlu pemeriksaan dokumen.
Hal yang mengejutkan juga datang dari Negeri Tirai Bambu. Sebagai negara yang berhasil mengendalikan wabah virus corona, China masih belum diizinkan masuk Uni Eropa.
Menurut para diplomat, Uni Eropa siap menambah China ke dalam daftar negara yang diizinkan masuk apabila Pemerintah China setuju dengan kesepakatan timbal balik bagi para wisatawan.
Selain itu, Indonesia dan dua negara Asia Tenggara lainnya, Malaysia dan Singapura, juga belum termasuk ke dalam daftar. Bersamaan dengan Amerika Serikat, Brasil, Rusia, dan India yang belum masuk ke dalam daftar, karena kasus infeksi virus corona yang masih tinggi. Sehingga tidak memungkinkan untuk mengizinkan warganya masuk ke Eropa.
Daftar tersebut masih mungkin akan berubah, karena akan ditinjau setiap dua minggu sekali dan disesuaikan dengan perkembangan situasi terkini pandemi COVID-19 di tiap negara. Negara-negara yang diizinkan masuk ke Eropa harus mempunyai tingkat infeksi COVID-19 di bawah 16 kasus per 100 ribu penduduk.
Sebelumnya, lebih dari tiga bulan Uni Eropa menutup perbatasannya dan melarang semua perjalanan wisata yang tidak penting untuk mencegah penyebaran virus corona. Namun, pada awal Juni, mereka mulai melonggarkan perbatasan dengan mengizinkan perjalanan antar negara Uni Eropa.
Sebagian negara Uni Eropa juga sudah membuka perbatasan bagi sesama warga anggota, bahkan terhadap penduduk Inggris meskipun mereka telah hengkang dari keanggotaan. Warga Inggris masih diperlakukan sama dengan penduduk negara Uni Eropa lainnya sampai akhir masa transisi Brexit pada 31 Desember 2020.
Walau demikian, belum semua negara Uni Eropa siap menerima pengunjung asing, termasuk sesama anggota. Uni Eropa menerapkan persyaratan ketat bagi negara yang aman atau tidak. (Ist)