07 April 2025

Get In Touch

Pj Gubernur Jatim Minta PPIH Terapkan Tiga Prinsip Utama dalam Bertugas

Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono bersalaman pada PPIH yang baru saja dilantik.
Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono bersalaman pada PPIH yang baru saja dilantik.

SURABAYA (Lenteratoday) - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, meminta para petugas haji Indonesia untuk menerapkan 3 prinsip utama dalam bertugas yakni membina, melayani, dan melindungi jemaah selama menjalankan seluruh tahapan ibadah haji.

Hal itu ditegaskan ketika mengukuhkan 23 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang terdiri dari berbagai unsur stakeholder di Hall Musdalifah, Asrama Haji Embarkasi Surabaya, pada Jumat (3/5/2024).

“Mengingat haji tahun ini mengusung tema yang sama dengan tahun sebelumnya yakni Haji Ramah Lansia, tentu kami harap para petugas dapat menerapkan 3 prinsip utama tersebut ketika melayani jemaah,” terangnya.

Namun Adhy optimis dalam melayani jemaah, para petugas dapat memberikan usaha terbaiknya karena tahun ini para lansia dapat memperoleh pendampingan dari keluarga. “Tahun lalu para lansia tidak memperoleh kuota pendampingan, Alhamdulillah tahun ini ada kuota pendampingan. Semoga membawa kebaikan bagi semua,” harapnya.

Lebih lanjut dia menandaskan kepada seluruh PPIH agar mengemban amanah dan bekerja memberikan pelayanan bagi jemaah haji secara maksimal. “Komitmen untuk memberikan pelayanan prima ini harus dijunjung tinggi. Termasuk juga menyelesaikan persoalan-persoalan kita harus komitmen untuk diselesaikan dengan baik,” ujarnya.

Pengurus PPIH yang dilantik terdiri beberapa unsur instansi vertikal. Yaitu, dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Jawa Timur, Polrestabes Surabaya dan Dinas Kesehatan Jawa Timur.

Kemudian, Kantor Otoritas Bandara Juanda, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas 1 Surabaya, UPT Asrama Haji Surabaya, Kantor Imigrasi Kelas 1 Surabaya, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Type Madya Pabean Juanda, Rumah Sakit Haji Surabaya dan Angkasa Pura 1 Bandara Juanda.

“Kita lantik mereka sesuai dengan bidang dan kewenangannya. Saya betul-betul berharap bahwa semua yang ditugaskan kali ini adalah orang yang tepat dan amanah. Saya rasa semua instansi vertikal memiliki perannya masing-masing dan sama pentingnya,” terang Adhy.

Lebih lanjut, Pj. Gubernur Adhy menyampaikan bahwa pada pelaksanaan ibadah haji tahun ini ada layanan fast track pada saat pemeriksaan paspor jemaah. Dimana pengecekan paspor dilakukan di embarkasi. Menurutnya, hal ini merupakan keuntungan bagi Jawa Timur.

“Karena sebelumnya cuma ada di Jakarta dan saat ini bertambah Solo dan Surabaya. Tentunya ini sangat menguntungkan kita. Karena pengecekan administrasi sudah dilakukan di embarkasi, maka ketika tiba di bandara Arab Saudi bisa langsung menuju hotel,” katanya.

“Kita juga minta pintu dari Asrama Haji menuju RS Haji agar dibuka sehingga nanti jemaah yang selama di Asrama Haji ada yang sakit bisa langsung ke RS Haji," tambah Adhy.

Di akhir, Pj. Gubernur Adhy memastikan bahwa telah dilakukan evaluasi bersama Kemenag Jatim mengenai pemberangkatan jemaah haji tahun sebelumnya. Hal ini sudah dijadikan pelajaran bersama agar pelaksanaan haji tahun ini lebih baik lagi.

“Sehingga hal-hal tidak baik bisa kita antisipasi dan pengalaman tahun lalu juga menjadi evaluasi dalam pemberangkatan jamaah haji kali ini. Sekali lagi selamat bagi yang telah dilantik mudah-mudahan bisa melaksanakan tugas dengan baik dan amanah,” tandasnya.

Dalam laporannya, Kepala Kanwil Kemenag RI Mufi Imron Rosyadi menyampaikan, sesuai rencana perjalanan haji 1445 H/2024 M, jemaah haji kloter pertama akan masuk ke Asrama Haji tertanggal 11 Mei 2024 dan kloter terakhir akan diberangkatkan pada 9 Juni 2024.

Tercatat dalam data Kemenag Jatim, kuota haji tahun 1445H/2024M, Embarkasi Surabaya akan melayani jemaah haji sejumlah 39.228 orang.

Jamaah Haji Embarkasi Surabaya Tahun 2024 ini akan tergabung dalam 106 kloter yang diberangkatkan ke Arab Saudi menggunakan Maskapai Saudia Arabian Airlines dengan type pesawat Airbus 330 kapasitas 371 orang.

“Berbeda dengan penyelenggaraan haji tahun-tahun sebelumnya, yang mana embarkasi surabaya biasa menggunakan pesawat type Boeing 747 isi 450 orang. Karena type pesawatnya lebih kecil maka jumlah kloternya menjadi banyak, yakni 106 kloter,” jelasnya.

Mufi melanjutkan, nantinya pada awal operasional haji dimulai pada hari Sabtu, tanggal 11 Mei 2024 akan masuk Asrama Haji sebanyak 5 kloter jamaah.

“Rata-rata PPIH Embarkasi akan melayani jemaah yang masuk asrama haji dan keluar berangkat Arab Saudi, perhari ada 4-5 kloter,” katanya.

Karena jumlah jamaah yang besar, Mufi berharap PPIH Embarkasi Surabaya bisa mengemban amanah dengan baik dan mudah-mudahan semua berjalan lancar. Karena dengan ditetapkannya Bandara Juanda sebagai salah satu bandara pemberi layanan Mecca Road, memungkinkan efektivitas dan efisiensi layanan kepada jemaah khususnya pemeriksaan paspor, jamaah haji akan diperiksa dokumennya oleh Petugas Imigrasi Arab Saudi yang bertugas di Bandara Juanda.

"Sehingga saat mendarat di Bandara kedatangan (Jeddah/Madinah) jemaah langsung menuju hotel dan tidak perlu antri lagi untuk pemeriksaan paspor di bandara tersebut,” kata Mufi.

“Berbeda dari sebelumnya banyak lansia dan yang berisiko tinggi, rerata pada musim haji kali ini dari sekian ratusan hingga ribuan jamaah hanya ada beberapa jamaah yang menggunakan kursi roda. Setidaknya kami semua percaya bahwa seluruh jamaah haji embarkasi Surabaya sehat, lancar menjalankan ibadah dan mendapatkan predikat haji mabrur,” pungkasnya.

Sementara itu Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, H. Saiful Mujab menjelaskan pada operasional haji tahun ini, Pemerintah akan memberangkatkan jemaah haji dari 14 Embarkasi Haji sebanyak kurang lebih 216.065 orang yang tergabung dalam 554 kloter. Jawa Timur sendiri tahun ini memberangkat 106 kloter yang merupakan kloter terbanyak dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Dalam hal penyelenggaraan angkutan udara, Pemerintah telah menetapkan PT. Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines untuk mengangkut jemaah haji Indonesia yang masing-masing akan mengangkut jemaah haji dari embarkasi.

“PT. Garuda Indonesia akan menerbangkan jemaah haji Indonesia pergi pulang asal embarkasi Aceh, Medan, Padang, sebagian Jakarta-Pondok Gede (khusus Provinsi DKI. Jakarta, sebagian Banten dan Lampung), Solo, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar dan Lombok. Sedangkan Saudi Arabian Airlines akan menerbangkan jemaah haji Indonesia asal embarkasi Batam, Palembang, sebagian Jakarta-Pondok Gede (sebagian Banten), Jakarta-Bekasi, Kertajati dan Surabaya,” terangnya.

Dia menambahkan saat ini Indonesia mendapatkan kuota jamaah terbanyak sepanjang sejarah. Indonesia memberangkatkan 241.000 jemaah dengan petugas kurang lebih 4.200 petugas.

“Embarkasi Surabaya juga tercatat sebagai embarkasi yang memiliki kloter terbanyak yakni 106 kloter. Nantinya akan masuk ke Asrama Haji pada 11 Mei dan tanggal 12 Mei sudah ada yang berangkat ke Arab Saudi,” katanya.

Menurutnya, Indonesia nantinya akan memberangkatkan 554 kloter dimana pada hari pertama yakni 12 Mei 2024 sebanyak 22 kloter yang diberangkatkan dari 14 embarkasi.

“Saya percaya komitmen Pemprov Jatim bersama PPIH akan melayani para jamaah dengan pelayanan prima. Apalagi dengan layanan fast track yang akan mempercepat proses kedatangan jamaah,” ucapnya.

Plt Kakanwil Kemenag Jawa Timur, Mufi Imron Rosyadi menjelaskan Embarkasi Surabaya, tahun ini akan melayani jamaah haji sejumlah 39.228 orang, dengan rincian jemaah dari Jawa Timur sejumlah 37.271 orang, jemaah Haji dari Bali sejumlah 732 orang, jemaah Haji dari NTT sejumlah 695 orang, dan petugas kloter sejumlah 530 orang.

“Rata-rata PPIH Embarkasi akan melayani jemaah yang masuk asrama haji dan keluar untuk berangkat ke Arab Saudi, perhari ada 4 s.d 5 kloter. Kita berharap semoga seluruh rangkaian tersebut dapat berjalan dengan lancar tanpa ken dala yang berarti,” terangnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Kabid Penerangan Agama Islam ini memaparkan ada innovasi dalam layanan haji tahun ini yaitu ditetapkannya Bandar Udara Juanda sebagai salah satu bandara pemberi layanan Mecca Road, yaitu bandara yang akan memberikan layanan fast track kepada jemaah haji.

“Dengan adanya fasilitas fast track ini, akan memberikan efektivitas dan efisiensi layanan kepada jamaah khususnya pemeriksaan paspor, jemaah haji akan diperiksa dokumennya oleh Petugas Imigrasi Arab Saudi yang bertugas di Bandara Juanda. Sehingga saat mendarat di Bandara kedatangan (Jeddah/Madinah) jemaah langsung menuju hotel dan tidak perlu antri lagi untuk pemeriksaan paspor di bandara tersebut,” terangnya.

Setelah pelantikan PPIH, acara dilanjutkan dengan meal test atau pengecekan makanan untuk jemaah haji selama penerbangan. (*)

Reporter :Lutfi/rls | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.