06 April 2025

Get In Touch

Minimalisir Kemacetan Saat Libur Lebaran, Pemkot Malang Nonaktifkan Barrier di Jalan Merdeka Utara

Situasi arus lalu lintas di Jalan Merdeka Timur nampak padat merayap dari arah Jalan Aries Munandar dan Jalan Majapahit Kota Malang, Selasa (9/4/2024). (Santi/Lenteratoday
Situasi arus lalu lintas di Jalan Merdeka Timur nampak padat merayap dari arah Jalan Aries Munandar dan Jalan Majapahit Kota Malang, Selasa (9/4/2024). (Santi/Lenteratoday

MALANG (Lenteratoday) - Dalam upaya meminimalisir kemacetan yang terjadi selama momen libur Lebaran, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan sementara barrier di Jalan Merdeka Utara.

Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat berharap agar keputusan ini dapat memberikan solusi efektif untuk meminimalisir dampak kemacetan yang sering terjadi, terutama di sekitar pusat perbelanjaan di Jalan Merdeka Timur dan di depan Bank Indonesia (BI), Jalan Merdeka Utara.

"Itu kan ada barrier yang sebenarnya berfungsi memecah arus, jadi dari arah Jalan Majapahit atau Jalan Aries Munandar bisa langsung belok kanan di depan Ramayana, untuk ke arah Kayutangan Heritage. Nah itu akan dinonaktifkan sementara," ujar Wahyu, saat dikonfirmasi awak media, Selasa(9/4/2024).

Wahyu menambahkan, meskipun awalnya barrier di Jalan Merdeka Utara ini dirancang untuk memecah arus lalu lintas. Namun, dengan tingginya volume arus kendaraan di momen Lebaran ini, barrier tersebut justru menciptakan crossing yang menghambat kelancaran arus kendaraan. Bahkan, tak jarang kemacetan yang ditimbulkan pun cukup panjang hingga ke Jalan Majapahit.

"Sehingga saya minta agar barrier di depannya BI dan Ramayana itu dinonaktifkan, selama jam-jam puncak kepadatan saja," tambahnya .

Dengan demikian, sambung Wahyu, akses menuju Jalan Merdeka Utara melalui Jalan Majapahit dan Jalan Aries Munandar akan ditutup sementara, sehingga pengendara yang hendak menuju Kayutangan diarahkan untuk melalui Jalan Merdeka Selatan, di depan Masjid Agung Jami' Kota Malang.

Ditegaskan Wahyu, kebijakan ini bersifat fleksibel, di mana pembukaan kembali akses melalui barrier akan disesuaikan dengan volume arus lalu lintas yang terjadi. Ketika volume lalu lintas menurun, barrier dapat diaktifkan kembali sesuai kebutuhan.

"Kalau volume arus lalu lintasnya rendah, boleh dibuka jalannya, diaktifkan lagi barriernya. Mudah mudahan ini nanti sudah bisa mengurangi kemacetan," tukasnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di lapangan, pada pukul 11.50 WIB, nampak arus lalu lintas di sepanjang Jalan Majapahit, Jalan Aries Munandar, Jalan Merdeka Timur dan Merdeka Selatan, nampak masih lancar atau padat merayap, sehingga barrier di Jalan Merdeka Utara juga nampak masih terpasang seperti biasanya.

Reporter: Santi Wahyu/Editor:Ais

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.