
SURABAYA (Lenteratoday) - Bulan Ramadan identik dengan berbuka puasa bagi umat muslim di seluruh dunia. Banyak masyarakat mencari tempat dan tema menu yang unik sebagai tujuan untuk berbuka puasa bersama keluarga, rekan kerja, atau teman-teman.
Salah satu lokasi yang menawarkan tema unik tersebut yakni Best Western Papilio Hotel Surabaya. Mengusung tema "Bu Darsih (Sajian Buka Dari Hati yang Bersih)" dengan menu unggulan dari Timur Tengah.
Okta Anggra selaku marcomm Best Western Papilio Hotel Surabaya mengatakan, di Ramadan tahun ini pihaknya mengusung konsep lebih ke arah all around the world.
"Tak hanya menyajikan hidangan istimewa, tamu juga dihibur dengan adanya tarian sufi dan doorprize. Dengan tema “Bu Darsih” Sajian Buka Dari Hati yang Bersih itu merupakan doa untuk kami semua semoga di bulan ramadan ini dapat membersihkan hati kami kembali," kata Anggra, Senin (11/03/2024).
Terkait sajian yang dihadirkan, Anggra menjelaskan, ada 100 menu lebih dari seluruh dunia yang akan disajikan oleh Best Western Papilio Hotel Surabaya pada iftar nanti.
"Untuk menu unggulan yang disajikan setiap harinya selama bulan Ramadan yaitu Kambing Guling Muda," jelasnya.
Selain menu unggulan, terdapat pula menu terbaik yang disajikan seperti Nasi Kebuli, Chicken Shawarma, Kebab, El Lahm el M'qali, Joojeh Kabab (Iran), Lamb with Lemon & Olive, Curried Fish Quwait, Balik Koftesi, Fish Ball, Beef Minced, Keema Mater, Dana Cigeri Kavurmasi (Beef Liver), Bistik Daging, Ungkep Jeroan Ayam, Ayam Goreng Rempah, Kalio Telur, Klemben, Lapis Getas, Lupis, Nongko Goreng, Wajik, Ketan Srikaya, Bikang Cukit, Srawut, Kucur, Bubur Ketan Hitam dan banyak lainnya.
"Selain itu, kami juga menyediakan sajian Es Campur dengan 12 item dalam toples yang dapat diracik sesuai dengan keinginan kita," tambahnya.
Untuk menikmati menu buka puasa di sini dibanderol dengan harga Rp. 168.000,- net per orang, pengunjung dapat menikmati hidangan berbuka sepuasnya dengan nuansa hidangan dan dekorasi tempat yang nyaman bersama keluarga atau kerabat. (*)
Reporter: Amanah Nur Asiah (mg) | Editor : Lutfiyu Handi