05 April 2025

Get In Touch

Covid-19: Dalam 24 Jam Terakhir, Dunia Alami Lonjakan Tertinggi

residen Brasil Jair Bolsonaro mengenakan masker dalam sebuah acara di Planalto Palace di Brasilia, Brasil (Bloomberg)
residen Brasil Jair Bolsonaro mengenakan masker dalam sebuah acara di Planalto Palace di Brasilia, Brasil (Bloomberg)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)melaporkan peningkatan satu hari terbesar dalam kasus virus corona dengan angkalebih dari 183.000 kasus baru dalam 24 jam terakhir.

Badan kesehatan PBB itu menyatakan Brasilmemimpin dengan 54.771 kasus dan AS berikutnya dengan jumlah kasus 36.617.Sedangkan India mencatat lebih dari 15.400 kasus menurut catatan WHO sepertidikutip .

Para ahli mengatakan meningkatnya jumlah kasus mencerminkan banyak faktor termasuk pengujian yang lebih luas serta infeksi yang lebih luas seperti dikutip Aljazeera.com, Senin (22/6/2020).

Data dari kementerian Indiamengkonfirmasi 306 kematian sehari terakhir dan menjadikan jumlah keseluruhankematian menjadi 13.254 orang.

Sekitar 128.205 kasus telah dikonfirmasi sejauh ini di negara bagian barat Maharashtra, yang tetap menjadi negara yang paling parah terkena dampak di negara itu. Kemudian negara bagian selatan Tamil Nadu dan ibukota New Delhi.

Dengan jumlah kasus 15.413, India mencatat lonjakan jumlah kasus tertinggi dalam sehari terakhir. Sedangkan total kasus yang dikonfirmasi sekarang mencapai angka 410.461, menurut Departemen Kesehatan India

Sementara itu, upaya New York City untukmenghentikan penyebaran virus corona melalui pelacakan kontak dilaporkanterhambat oleh keengganan banyak orang yang terinfeksi virus untuk memberikaninformasi kepada pelacak, menurut sebuah laporan koran The New York Times.

Laporan TheNew York Times mengatakan hanya 35 persen dari 5.347 pendudukkota yang dites positif atau dianggap positif untuk Covid-19 dalam dua minggupertama program pelacakan kontak yang memberikan informasi tentang kontak dekatmereka.

Perry N.halkitis, dekan School of PublicHealth di Rutgers University, mengatakan kepada surat kabar itu bahwa angka 35persen untuk memperoleh kontak adalah "sangat buruk" (Ist/abh).

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.