07 April 2025

Get In Touch

Awal Tahun Defisit Beras Capai 2,8 Juta Ton, Bapanas Sebut Segera Impor

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo saat menyampaikan pemaparan terkait persediaan beras nasional untuk kebutuhan Januari-Februari 2024 di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (18/1/2024).(ant)
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo saat menyampaikan pemaparan terkait persediaan beras nasional untuk kebutuhan Januari-Februari 2024 di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (18/1/2024).(ant)

JAKARTA (Lenteratoday) - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengatakan defisit persediaan beras nasional sekitar 2,8 juta ton akibat dampak El Nino pada Januari hingga Februari 2024. Kekurangan itu akan segera dipenuhi melalui program impor beras.

"Dua bulan itu akibatnya El Nino, Januari-Febuari kita kekurangan sekitar 2,8 juta ton. Tapi kita akan cover dengan yang carry over 2023 dan importasi yang masuk di 2024," kata Arief Prasetyo Adi usai menghadiri agenda rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (18/1/2024).

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), kata Arief, gap sekitar 2,8 juta ton beras dihitung berdasarkan angka kebutuhan beras rata-rata nasional sekitar 2,5 hingga 2,6 juta ton per bulan dengan kemampuan produksi di awal Januari yang kurang dari 1 juta ton akibat dampak El Nino.

Ia mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyetujui impor sekitar total 2 juta ton beras yang didatangkan dari Vietnam dan Thailand."Syaratnya memang harga di tingkat petani tetap dijaga baik seperti hari ini. Jadi balance itu mudah-mudahan bisa di-cover," katanya.

Selain impor beras dari sejumlah produsen di Vietnam dan Thailand, Arief menyebut Bapanas juga akan menindaklanjuti hasil lobi Presiden Jokowi kepada sejumlah kepala negara terkait tambahan impor beras, dalam sejumlah kesempatan pertemuan bilateral.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi memperoleh komitmen tambahan impor beras total 2 juta ton dari hasil lobi dengan Perdana Menteri Thailand Srettha Thavisin saat agenda Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perayaan 50 tahun ASEAN – Jepang di Tokyo, Jepang, Minggu (17/12/2023).

Selain itu, Indonesia juga memperoleh komitmen tambahan 1 juta ton beras dari India melalui peran Badan Urusan Logistik (Bulog).

"Kami melaporkan bahwa akan follow up beberapa yang sudah dengan Pak Presiden, tapi ada catatan masuknya kalau boleh sebelum panen raya sudah harus masuk," ujarnya.

Arief optimistis persediaan beras di tanah air akan mencukupi untuk kebutuhan di awal tahun ini melalui program importasi maupun cadangan beras yang diperoleh dari hasil panen nasional.

Sementara itu, Arief juga melaporkan hasil rapat terbatas dengan Presiden hari ini bahwa seluruh otoritas terkait pangan di Indonesia harus memastikan stok beras mencukupi menjelang panen raya tahun ini.

"Sehingga harga di tingkat petani harus tetap dijaga, kemudian stok beras ini cukup sampai dengan nanti peak season. Itu saja poinnya," demikian Arief.

Total 2,6 Juta Ton

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan pemerintah masih akan melakukan impor beras awal tahun ini. Jumlahnya mencapai 2 juta ton lebih, beberapa di antaranya merupakan realisasi impor dari kuota 2023.

Zulhas menjelaskan ada sisa kuota impor yang belum terealisasi pada 2023 mencapai 600.000 ton dan bakal masuk secepatnya. Satu-satunya yang mungkin memperlambat prosesnya adalah bongkar muat di pelabuhan.

"Tadi diputuskan juga untuk mempercepat yang beras (impor) sudah diputuskan tahun lalu tapi di-delay pelaksanaannya pada 2024, yaitu 600 ribu ton beras akan dipercepat masuknya, juga yang baru kami di Kemendag udah semua dikasih. Hanya memang perlu waktu di pelabuhan bongkar muatnya," sebut Zulhas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (18/1/2024).

Selain impor 600.000 ton beras lanjutan dari 2023, tahun ini akan ada importasi beras tambahan 2 juta ton. "Selain 600.000 ton, ada tambahan 2 juta (ton) beras," kata Zulhas.

Zulhas mengatakan, beras menjadi salah satu komoditas yang jadi perhatian pemerintah untuk harga dan ketersediaannya menjelang Ramadan dan Lebaran. Selain beras, jagung juga menjadi perhatian pemerintah karena banyak digunakan untuk pakan ternak. Fluktuasi harga jagung bisa berpengaruh ke harga ayam hingga telur.

"Karena ada El Nino tadi satu beras dan jagung itu perhatian kita. Jagung itu kan terkait pakan ternak berhubungan dengan harga ayam dan telur," sebut Zulhas.

Reporter:dya,rls|Editor:widyawati

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.