06 April 2025

Get In Touch

Anak Perempuan Berusia 4 Tahun Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

Tempat kejadian pembumuhan di pembuangan sampah, Dusun, Tempuran, Kecamatan Ngeluyuh (Humas Polres)
Tempat kejadian pembumuhan di pembuangan sampah, Dusun, Tempuran, Kecamatan Ngeluyuh (Humas Polres)

NGANJUK (Lenteratoday) – Warga Desa Tempuran, Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Jumat (3/11/2023), digemparkan dengan penemuan mayat anak perempuan berusia sekitar 4 tahun. Korban yang diketahui berinisial ASM berusia sekitar 4 tahun ini ditemukan bersimbah darah di belakang rumah Mariadi, tetangga korban.

Kuat dugaan, korban yang merupakan anak dari pasangan Jumali dan Ayu ini adalah korban pembunuhan. Namun, polisi masih melakukan pendalaman meski ada dugaan bahwa pelakunya adalah M yang diketahui mengalami gangguan kejiawaan atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Kapolres Nganjuk, AKBP Muhammad, menjelaskan korban ditemukan pertama kali pada Jumat (3/11/2023) sekitar pukul 14.30 WIB. “Telah terjadi diduga tindak pidana pembunuhan, tempat kejadian perkara  di Desa tempuran, Kecamatan Ngeluyuh,” jelasnya saat di konfirmasi Lenteratoday, Sabtu (4/11/2023).

AKBP Muhammad menjelaskan bahwa saksi pertama, Maini, menemukan korban ketika hendak membuang sampah di belakang rumahnya. Ia segera memberitahu Sainem dan Julius Sanjaya, warga setempat, yang memastikan temuan tersebut.

Setelah diketahui bahwa korban diduga ASM, maka warga langsung memberitahukan pada kedua orang tuanya. Kemudian, mereka melaporkan peristiwa itu ke kantor polisi setempat. Satuan Reserse Kriminal Polres Nganjuk telah mengamankan seorang yang diduga sebagai pelaku dalam proses penyelidikan.

“Insiden ini pertama kali diketahui oleh Maini, salah satu tetangga korban, pada Jumat (3/11/2023) sekitar pukul 14.30 WIB,” bebernya.

Kapolsek Ngluyu AKP Sutoyo mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan. Polisi menduga AS memang menjadi korban pembunuhan. Ada pukulan benda di kepala korban.

Ketika ditanya apakah pembunuhnya Mariadi, Sutoyo belum mengiyakan. "Informasi dari mana itu? Kalau benar, ya saya pasti nanti bilang benar. Kami lakukan penyelidikan dulu dari temuan ini," kata Sutoyo.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Nganjuk AKP Supriyanto juga masih belum bisa menjawab. Saat dihubungi media ini, dia mengaku sedang mengolah data yang dimiliki.

Sementara itu, saat di lokasi kejadian sampai pukul 19.00, warga masih berada di rumah Jumali untuk melayat.

Saat dikonfirmasi, beberapa warga mengatakan bahwa AS dibunuh dengan dipacul di wajahnya oleh Mariadi. "Tadi sepertinya (Mariadi) dibawa polisi," ujar salah satu warga bernama Darwoko.

Darwoko melihat langsung tubuh AS bersimbah darah di dalam bangunan jamban di belakang rumah Mariadi. Korban mengalami luka sayatan dari dahi sampai ke bawah mulut dengan kondisi sudah tak bernyawa. (*)

Reporter : Abdillah Qomaru | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.