
MALANG (Lenteratoday) - Dalam upaya memberikan prioritas keamanan kepada pengunjung dan pengguna jalan di Alun-alun Tugu Kota Malang. Dinas Perhubungan (Dishub) berencana untuk memasang zebra cross di sekitar area tersebut. Langkah ini diambil mengingat Alun-alun Tugu yang baru saja rampung direvitalisasi, kini menjadi destinasi wisata baru, yang menarik banyak minat masyarakat.
"Itu nanti kita buatkan secara isidentil untuk pemasangan zebra cross di situ. Karena itu penting ya, artinya prioritas.
"Nah, adanya daya tarik kepada pengunjung ini, bagaimana kita mengelola, memberikan peraturan agar tidak menimbulkan risiko," ujar Kepala Dishub Kota Malang, Widajaj Saleh Putra, saat dikonfirmasi langsung oleh awak media, Rabu (18/10/2023).
Pria yang akrab dengan sapaan Jaya ini, menyebutkan bahwa rencananya, zebra cross akan dipasang di dua titik yang dianggap strategis. Yakni di antara gedung Balai Kota Malang dan DPRD Kota serta di depan SMAN 4 Malang.
Menurutnya, pemasangan tersebut akan memberikan akses yang lebih mudah dan aman bagi pengunjung yang ingin menyeberang jalan menuju Alun-alun Tugu.
"Alun-alun Tugu kan memang letaknya di tengah jalan raya, agak rawan. Idealnya dua (zebra cross)," serunya.
Lebih lanjut, Jaya mengaku optimis bahwa pemasangan tersebut dapat segera dilaksanakan di penghujung tahun ini. Mengingat meningkatnya jumlah pengunjung setelah revitalisasi Alun-alun Tugu selesai pada 9 Oktober 2023 lalu.
Diakhir, tak hanya pemasangan zebra cross. Jaya juga menyampaikan bahwa Dishub akan mempertimbangkan opsi lain untuk meningkatkan keamanan, seperti penggunaan warning light ataupun penerapan pita kejut. Menurutnya, opsi ini akan membantu memperingatkan pengendara agar memperlambat laju kendaraan mereka, khususnya di tikungan rawan di sekitar Alun-alun Tugu.
"Penerapannya minimal di tikungan. Nah melihat lokasi Alun-alun Tugu ini, kan di tengah jalan tug, maka yang rawan tikungan itu menuju ke Jalan Kahuripan, kemudian di SMA 4, sama di Balai Kota. Ada tiga tempat itu yang banyak sekali pengendara lupa untuk mengurangi kecepatan, terlalu asyik menikmati jalan yang mulus," pungkasnya.
Terpisah, salah satu pengunjung Alun-alun Tugu, Fatmawati, menyampaikan sarannya kepada pemerintah setempat. Saran tersebut terkait perlunya penambahan infrastruktur pendukung guna membantu mempermudah akses pengunjung menyeberangi jalan menuju alun-alun.
"Ini kan (Alun-alun Tugu) sudah jadi, sudah bagus, banyak orang ke sini. Tapi jujur memang akses ke sananya agak takut kita mau nyebrang. Soalnya kita kan parkir di depan SMA 4, kadang enak kalau dibantu sama jukir. Tapi kalau gak ada, kan susah. Pengendara juga gak sedikit yang ngebut," ungkap Fatma, salah satu warga Ciliwung, Kecamatan Blimbing.
Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH