05 April 2025

Get In Touch

Presiden Iran Ajak Warganya Siap-siap Berdampingan dengan Virus Corona

Presiden Iran Hassan Rouhani (Ist)
Presiden Iran Hassan Rouhani (Ist)

Presiden Iran Hasaan Rouhani mengajakwarganya supaya bersiap-siap hidup dengan virus Corona baru untuk waktuyang lama.

Peringatan ini disampaikan ketika negara itusecara bertahap membatalkan pembatasan yang diberlakukan untuk mencegahpenyebaran wabah tersebut.

Rouhani mengatakan orang tidak bolehberasumsi bahwa penyakit ini akan dihilangkan dalam 15 hari atau sebulan.

"Oleh karena itu, kita harus mengikuti instruksi untuk waktu yanglama," kata Rouhani selama pertemuan mingguan satgas virus Corona yangdisiarkan stasiun TV pemerintah.

"Kita harus mengakhiri semua pertemuan, baik itu pernikahan,berkabung, atau kunjungan keluarga, sampai diberitahu sebaliknya oleh menterikesehatan," tambahnya seperti dikutip dari AFP, Minggu(7/6/2020).

Iran telah memerangi wabah virus Corona, virus paling mematikan di TimurTengah sejak melaporkan kasus pertamanya pada Februari.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Kianoush Jahanpour mengatakan,jumlah kasus di negara itu meningkat menjadi 169.425 dengan 2.269 infeksi barudikonfirmasi dalam 24 jam terakhir.

Ia menambahkan bahwa 75 orang yang terinfeksimeninggal pada periode yang sama, sehingga jumlah kematian keseluruhan menjadi8.209.

Ada beberapa keraguan di dalam dan luarnegeri tentang angka-angka resmi Iran, dengan kekhawatiran jumlah korbansebenarnya bisa jauh lebih tinggi.

Pihakberwenang secara progresif mencabut pembatasan yang diberlakukan untuk mengatasivirus, dan aktivitasnya hampir kembali normal di sebagian besar dari 31provinsi di negara itu.

Meningkatnyalintasan angka infeksi sejak turun pada awal Mei dan kurangnya kepatuhanterhadap langkah-langkah sosial memicu kekhawatiran pihak otoritas.

MenurutRouhani, tidak ada "jalan kedua" bagi Iran dan kegiatan ekonomi diseluruh negeri harus dilanjutkan.

Diamengumumkan pelonggaran pembatasan lebih lanjut dengan agen-agen perjalananyang akan melanjutkan tur lokal pada 13 Juni, dan bioskop serta konser dibukakembali dengan hanya setengah dari kapasitas venue mulai 21 Juni.

Terpisah,Kepala Kantor Hubungan Masyarakat Kementerian Kesehatan Iran Kianoush Jahanpourmengatakan 75 orang Iran telah meninggal dari Covid-19) selama 24 jam terakhir.Dengan demikian, total kematian di negara itu menjadi 8.209 akibat viruscorona.

Diamengatakan pada Sabtu bahwa 132.038 orang dari total 169.425 yang terinfeksivirus telah pulih.

Pejabat itumenunjukkan bahwa 2.269 kasus baru yang terinfeksi telah terdeteksi sejakJumat. Pejabat Iran mencatat bahwa 2.578 kasus berada dalam kondisi kritis(Ist-abh).

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.