05 April 2025

Get In Touch

Warga Desa Sidomukti Bojonegoro Desak Pemerintah Segera Perbaiki Saluran Irigasi

Kondisi saluran irigasi di Desa Sidomukti, Kecamatan Kepuhbaru, Kabupaten Bojonegoro
Kondisi saluran irigasi di Desa Sidomukti, Kecamatan Kepuhbaru, Kabupaten Bojonegoro

BOJONEGORO (Lenteratoday) – Warga Desa Sidomukti, Kecamatan Kepuhbaru, Kabupaten Bojonegoro mengeluhkan rusaknya saluran irigasi didesanya. Untuk itu, warga melalui perangkat desa setempat meminta supaya segera dilakukan perbaikan.

Sekretaris Pemerintah Desa (sekdes) Sidomukti, Abdul Azis, S.Pd mengatakan bahwa kerusakan saluran irigasi sudah cukup memprihatinkan. Carik Azis, sapaan akrabnya, mengatakan rusaknya saluran irigasi yang alirannya dari DAM Cawak, dikarenakan usia bangunan dan diterjang banjir.

“Memang bangunan saluran irigasi di desa kami, karena sudah tua, dan semakin hancur karena terjangan banjir,” jelasnya, Rabu (15/2/2023).

Menurut Azis, kepala desa dan perangkat desa Sidomukti sudah sering melaporkan kerusakan dan mengajukan perbaikan saluran irigasi daerah irigasi Cawak ke pemerintah kabupaten dan pemerintah Provinsi (pemprov) Jatim.

“Kami berharap, pemprov Jatim sesuai kewenangannya, segera menangani perbaikan saluran irigasi di desa Sidomukti yang menjadi akses utama aliran air dari sungai dan DAM Cawak,” harapnya.

Jika, lanjut dia, saluran irigasi yang rusak di rehab maupun dibangun lagi, maka warga desa jelas sangat terbantu saat musim tanam. “Dan disaat musim penghujan, air tidak meluber ke lahan persawahan warga. Sedih, mas kalau lahan sawah tergenang luapan dari banjir,” katanya.

Dia menjelaskan, bendung (DAM) Cawak terletak di kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro. DAM Cawak sebagai sarana tampungan limpahan air dari sungai Cawak pada musim penghujan, dan dimanfaatkan masyarakat, khususnya untuk keperluan irigasi pertanian.

“Optimasi DAM Cawak diperkirakan dapat mengaliri saluran irigasi di lahan pertanian seluas 1733 Hektar yang ada di kawasan daerah irigasi Cawak,” sambungnya.

Dia juga menandaskan, kerusakan saluran irigasi tersebut karena sering diterjang banjir akibat luapan dari sungai Cawak. Bahkan, di tahun 2020, 2021 dan 2022 lalu serta di awal tahun 2023, terjadi banjir karena meluapnya sungai Cawak. Banjir mengakibatkan lahan pertanian di beberapa kecamatan di Kabupaten Bojonegoro dan Kabupaten Lamongan.

Salah satu wilayah kecamatan di Kabupaten Bojonegoro yang jadi langganan banjir bandang luapan air dari sungai Cawak, adalah kecamatan Kepohbaru. “Akibat terjangan banjir tiap tahun tersebut, selain lahan persawahan warga, otomatis juga merusak saluran-saluran irigasi yang tersebar di desa-desa kecamatan Kepohbaru,” jelasnya.

Selain karena hempasan banjir, disinyalir rusaknya saluran irigasi di desa Sidomukti juga dikarenakan faktor usia bangunan yang memang sudah lama. Menurut warga yang ditemui disekitar persawahan, saluran irigasi desa Sidomukti, tidak pernah mendapat perhatian perbaikan dari pemerintah. “Apalagi, sejak kena banjir terus menerus, saluran irigasi ada yang ambrol. Jadi, ketika hujan, air meluap sampai menggenangi lahan sawah,” ujar warga yang engan disebutkan namanya tesebut.

Setidaknya sekitar 70 % saluran irigasi yang melintasi dari perbatasan desa Brangkal hingga ke desa Sidomukti, mengalami kondisi rusak struktur bangunan plengsengan. Sekaligus, di beberapa titik di saluran irigasi yang sudah sama rata dengan tinggi lahan persawahan milik warga desa. (*)

Reporter : Joko/rls | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.