
Mantan MenteriPertahanan Amerika Serikat Jim Mattis menyerukan semua rakyat amerikabersatu. Namun, persatuan yang diserukan Mattis adalah persatuan tanpa Trump.
Seruan Mattis ituterkait dengan kritik dia atas cara Presiden Trump menangani aksi unjuk rasaatas kematian George Floyd dengan melibatkan militer.
Mattis meminta warga ASuntuk “bersatu tanpa Trump" dengan memanfaatkan kekuatan yang melekatdalam masyarakat sipil.
“Ini tidak akan mudah, seperti yangditunjukkan beberapa hari terakhir, tetapi kami berutang kepada sesama warganegara kami; untuk generasi masa lalu yang berdarah untuk mempertahankan janjikita; dan untuk anak-anak kita,” ujar Mattis.
Mattis juga mengatakanbahwa para pengunjuk rasa menuntut agar negara itu mengikuti kata-kata"Equal Justice Under Law" yang dipajang di Mahkamah Agung AS.
“Aksi protes menunjukkanbahwa kita menghayati nilai-nilai kita sebagai manusia dan nilai-nilai kitasebagai bangsa,” kata Mattis.
Mattis merujuk padapenggunaan kekerasan untuk membubarkan pengunjuk rasa sehingga Trump dapatmengunjungi Gereja St John sehari setelah aksi protes berlangsung di dekatGedung Putih.
“Kami tahu bahwa kamilebih baik daripada penyalahgunaan otoritas eksekutif yang kami saksikan diLafayette Square. Kita harus menolak dan meminta pertanggungjawaban orang-orangyang akan mengejek konstitusi kita,” kata Mattis.
Mattis mengecampenggunaan kekuatan militer oleh Presiden Donald Trump untuk menindak pelakuaksi protes dan mengatakan mantan bosnya itu sedang membuat "konflikpalsu" antara militer dan masyarakat sipil.
"Saya telahmenyaksikan peristiwa yang sedang berlangsung minggu ini. Saya marah danterkejut," tulis Mattis.
Mattis mengundurkan dirisebagai menteri pertahanan pada Desember 2018 untuk memprotes kebijakan Trumpdi Suriah. Dia selama ini menolak untuk berbicara menentang Trump. Namun, ujarMattis, dirinya tak bisa bungkam kepada publik selagi mantan bosnya tetap menjabat.
“Donald Trump adalah presiden pertama dalam hidup saya yang tidak mencoba menyatukan rakyat Amerika, bahkan berpura-pura mencoba pun tidak. Sebaliknya dia mencoba memecah belah kita,” tulis Mattis dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Aljazeera.com (Kamis, 4/6/2020).
Mattis mengakumenyaksikan konsekuensi dari tiga tahun upaya yang disengaja tersebut danmelihat konsekuensi tiga tahun tanpa kepemimpinan yang matang.
Sebelum Mattis, kritikserupa juga datang dari Admiral Angkatan Laut Mike Mullen dan veteran MiliterAngkatan Darat Martin Dempsey. Keduanya adalah mantan panglima Militer Amerika(Ist-abh).