06 April 2025

Get In Touch

Komunitas Disabilitas Berkarya Gelar Pameran Foto

Pengunjung memperhatikan foto pada pameran Foto Anak-Anak Disabilitas. (Jannatul Firdaus/Lenteratoday)
Pengunjung memperhatikan foto pada pameran Foto Anak-Anak Disabilitas. (Jannatul Firdaus/Lenteratoday)

SURABAYA (Lenteratoday) - Dalam rangkaian Hari Anak Nasional, Pemerintah Kota Surabaya bersama Komunitas Disabilitas Berkarya menyelenggarakan Pameran Foto Anak-Anak Disabilitas, pada Kamis - Selasa (27/07/2023 - 01/08/2023). Pameran ini sebagai wadah bagi anak disabilitas untuk percaya diri menampilkan bakat dan karyanya.

Leo Arief Budiman, founder Komunitas Disabilitas Berkarya menjelaskan, tidak ada persiapan khusus dalam menyelenggarakan pameran ini. Karya yang dipamerkan pun diambil dari karya foto yang sudah ada. Total 30 foto karya Pina, Jacky, Omay, Mukidi, dan Kiking terpajang dengan tema bebas.

"Sebenarnya karya foto-foto ini atas permintaan Ibu Wali Kota. Karena ibu melihat foto kicking yang ibu lagi tersenyum itu yang dikasih judul ibu arek-arek ibu mengontak pak fixer kominfo minta untuk mengadakan pameran ini. Istilahnya mungkin ibu ingin memberikan apresiasi buat mereka," jelasnya.

Leo menjelaskan, sebelum akhirnya foto-foto dipamerkan, terdapat proses kurasi terlebih dahulu bersama Pewarta Foto Indonesia Surabaya dan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya.

"Harapannya untuk menyemangati kita semua kita yang mempunyai keterampilan ayo kita berbagi bersama yang keluarganya ada anak disabilitas harus juga bangkit untuk mereka berkarya," ungkap Leo.

Zafira Azza dan Miftahul Jannah, sejoli asal Surabaya yang datang melihat pameran Foto Anak Disabilitas ini cukup keren. Mereka melihat, di setiap foto memiliki pesan yang sangat tersampaikan untuk penikmatnya. "Bagus, pengambilan fotonya juga pas," kata Miftah.

Mereka bercerita, bahwa di Sekolah mereka juga terdiri atas siswa disabilitas, sehingga mereka memiliki pesan untuk teman-teman yang normal, agar melakukan hal positif dan tidak memandang sebelah mata anak-anak disabilitas.

"Daripada kamu ngolok-ngolokin, mending fokus sama potensi diri kamu sendiri karena sekarang kan banyak disabilitas yang sudah mulai berkembang," ungkap Azza.

Mereka juga ingin acara seperti ini diadakan lagi, dan mereka memiliki saran untuk diadakan di lokasi yang lebih bisa dijangkau oleh khalayak ramai.

"Kan ini ruangan tertutup, mungkin bisa diadakan di ruangan terbuka. Agar masyarakat luas bisa tahu dan bisa lihat," saran Azza. (*)

Reporter : Jannatul Firdaus | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.